Senin, 24 Juni 2024 WIB

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Usulkan Agar Setiap Keluarga Memelihara Satu Ekor Ayam

Haikal - Minggu, 24 November 2019 19:42 WIB
17.156 view
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Usulkan Agar Setiap Keluarga Memelihara Satu Ekor Ayam
Ilustrasi ayam. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono

Jakarta,PESISIRNEWS.COM - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko usulkan agar setiap keluarga memelihara satu ekor ayam untuk mencegah stunting. Menurutnya, kebutuhan ayam nasional akan terpenuhi jika usulan itu terealisasi.

"Saya kira ini kan pikiran yang bagus. Kalau kita harus punya ayam kurang satu orang satu ekor kan berarti ada 267 juta ayam. Terpenuhi itu," ujar Syahrul di Kantor PT Charoen Pokhpan Indonesia, Jakarta, Minggu (24/11).

LIHAT JUGA :20-Paguron-Silat-Dan-Seni-Berkumpul-Mempererat-Tali-Silaturahmi

Baca Juga:


LIHAT JUGA ;Polres-Banjar-Lakukan--Karya--Bakti-Pembangunan-Mesjid

Baca Juga:


Adapun realisasi, Syahrul menyampaikan pihaknya harus melakukan koordinasi dengan kementerian terkait. Setiap kebijakan di bidang pertanian, peternakan, dan perkebunan bukan tanggungjawab Kementan semata.


Selain itu, Syahrul berkata realisasi satu keluarga satu ayam tidak bisa terwujud hanya melalui program pemerintah. Dia berkata harus ada gerakan yang mendorong agar usulan itu terwujud.

"Harus dengan gerakan," ujarnya.


Lebih lanjut, politisi NasDem ini menyampaikan bekerja bersama dengan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Demi kebaikan rakyat dan negara, dia menyebut tidak boleh ada kementerian yang jalan sendiri-sendiri.

"Yang mana yang benar aja. Kalau benar siapapun harus ikut lah yang diurus ini kan negeri dan rakyat," ujar Syahrul.


Senada, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan usulan satu orang pelihara satu ayam adalah hal yang baik.


Sebab, dia berkata masyarakat selama ini belum menganggap ayam sebagai kebutuhan yang penting bagi pertumbuhan.

"Kita kan masih selalu mengutamakan beras. Jadi kalau makan beras apapu lauknya dianggap sukup karena kenyang," ujar Musdhalifah di Kantor PT CPI, Jakarta.

"Padahal gizinya tidak berimbang. Itu yang menyebabkan kita masih stunting," ujarnya.


Terkait dengan hal itu, Musdhalifah mengaku belum ada kebijakan resmi. Sejauh ini, dia berkata masih berusaha menjaga ketersediaan dan menjaga harga ayam agar tetap stabil.

Lebih dari itu, dia menyampaikan sosialisasi pentingnya memakan dagin dan telur ayam kepada masyarakat'.


Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengusulkan agar satu keluarga memelihara ayam untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Ia mengatakan pemenuhan gizi anak bisa dilakukan dengan memberi asupan telur dari ayam yang dipelihara tersebut.

[MGID]

Menurut Moeldoko, gizi yang diberikan sejak usia dini dapat menekan angka stunting alias gagal tumbuh akibat kurang gizi kronis pada seribu hari pertama.

[ADSENSE]

"Perlu setiap rumah ada (memelihara) ayam, sehingga telurnya itu bisa untuk anak-anaknya," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat (15/11).

sumber ;https://cnnindonesia.com

SHARE:
Tags
beritaTerkait
PW IWO Riau Akan Kawal Penanganan Kasus 70 Ton Kayu Ilegal di Kepulauan Meranti, Polda Harus Usut Tuntas Sampai Keakarnya.
Presiden dan Kapolri Kunjungi Riau, Polres Inhil Siaga 3
1.266 personel TNI POLRI dan Instansi Lain  Dikerahkan Pada Titik Kunjungan Presiden Jokowi Ke Riau
Serius Perhatikan Inhil, Anggota DPR RI Ini Anggarkan Pembangunan Jalan Menuju Wisata Religi
Wujudkan Kedaulatan Pangan, GNTI Riau Dukung PDI-P
Dewi Juliani Ajak Semua Warga Jaga Hutan Sebagai Paru-paru Bumi
komentar
beritaTerbaru