Selasa, 26 Mei 2026 WIB

Peneliti BRIN Siti Zuhro: Orang Indonesia Tak Hendaki Banyak Partai, Ini yang Diinginkan Rakyat

- Rabu, 13 Juli 2022 09:47 WIB
815 view
Peneliti BRIN Siti Zuhro: Orang Indonesia Tak Hendaki Banyak Partai, Ini yang Diinginkan Rakyat
Peneliti BRIN Siti Zuhro dalam diskusi publik "Pilpres 2024: Menyoal Presidential Threshold" di Jakarta, Minggu (14/11/2021). (Foto: ANTARA/Putu Indah Savitri)

JAKARTA (Pesisirnews.com) - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro mengatakan masyarakat Indonesia tidak menginginkan banyak partai politik (parpol) pada Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024.

Masyarakat justru mengharapkan partai politik yang benar-benar memperjuangkan kepentingan dan aspirasi rakyat, kata Siti di Jakarta, Selasa malam (12/7).

"Orang Indonesia tidak menghendaki banyak partai, yang dimaui partai berkualitas, bisa mengakomodasi harapan masyarakat," kata Siti.

Baca Juga:

Fenomena partai baru yang bermunculan setiap menjelang pemilu, lanjutnya, tidak serta-merta membuat masyarakat tertarik untuk memilih.

"(Itu) Dibuktikan dengan masyarakat tidak langsung pindah, Golkar sudah mempunyai pemilih tradisional, PDI Perjuangan mempunyai ceruk dukungan. Pangsa pasar ini yang tidak dipunyai partai baru," jelasnya.

Baca Juga:

Dia mencontohkan, "kandang banteng" PDI Perjuangan ada di Jawa Tengah dan Bali, sementara basis massa Partai Golkar berada di wilayah Indonesia bagian timur dan Sumatera.

Menurut peneliti senior itu, idealnya, partai baru tidak sekonyong-konyong mengikuti pemilu setelah membuat deklarasi.

Parpol, sebagai wadah seleksi kepemimpinan nasional dan daerah, harus cukup melakukan kampanye politik, seperti sosialisasi politik tentang partai, mengenalkan visi dan misi partai, serta program-program partai yang difokuskan.

[br]

Hal itu seharusnya dilakukan secara terus-menerus sebelum pemilu sebagai salah satu wujud keterlibatan masyarakat dalam proses politik.

"Dilakukan jangka panjang, puncaknya di pemilu, pilkada; makanya dilakukan kampanye politik pemilu," tambahnya.

Dia mengatakan parpol baru tidak bisa menunjukkan pemilih yang pasti karena masih mengandalkan pemilih mengambang atau swing voters.

Oleh karena itu, partai baru perlu menunjukkan upaya pendekatan yang tidak dilakukan menjelang pemilu saja, karena pemilih mengambang masih dapat didekati melalui pertemuan secara langsung.

"Partai yang paling menjadi dambaan rakyat adalah yang mampu menganalogikan dirinya dengan kebutuhan rakyat," ujar Siti. (PNC/ANTARA)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Mahkamah Konstitusi Gagalkan Skenario Pilkada 2024 Melawan Kotak Kosong
Ekonomi Digital di Kawasan ASEAN Tumbuh Pesat, PSI: Momentum bagi UMKM Kita
Anas Urbaningrum akan Berikan Kejutan Setelah Bebas dari Lapas Sukamiskin, Selasa Besok
Partai Demokrat Waspada, Mohon Rakyat Ikut Memantau Intervensi Politik
Presiden Jokowi Bertemu Lima Ketum Partai, Pengamat: Bakal Dukung Salah Satu Jadi Capres
Nasib Getir Aung San Suu Kyi, Dihukum 33 Tahun Penjara dan Partainya Dibubarkan Junta Militer
komentar
beritaTerbaru