Minggu, 21 Juli 2024 WIB

Waspada! Penipuan Menggunakan Teknologi Peniru Suara Mengintai Pengguna Ponsel

- Selasa, 14 Maret 2023 12:05 WIB
618 view
Waspada! Penipuan Menggunakan Teknologi Peniru Suara Mengintai Pengguna Ponsel
Ilustrasi: Teknologi peniru suara. (Kredit via The Toronto Star)

WASHINGTON, DC (Pesisirnews.com) - Seorang wanita bernama Ruth Card menerima telepon dari seseorang yang suaranya persis seperti suara cucunya Brandon. Si penelpon memberi tahu bahwa ia ditahan, tidak memiliki dompet atau ponsel, dan membutuhkan uang untuk membayar jaminan pembebasannya.

Card mengatakan kepada The Washington Post yang dilansir Selasa, bahwa dia panik dan harus segera membantu cucunya itu. Jadi dia pergi bersama suaminya, Greg Chris (75), ke cabang bank di Regina, dan mereka menarik uang sejumlah $ 2.207 (Rp 34 juta).

Uang tersebut merupakan jumlah maksimum yang diperbolehkan, dan pindah ke cabang lain untuk menarik jumlah yang sama, tetapi manajer cabang memanggil mereka ke kantornya, dan memperingatkan mereka bahwa orang yang menelepon mungkin bukan cucu mereka.

Baca Juga:

Manajer bank sebelumnya telah mendapat cerita penipuan seperti yang dialami Card. Di situ, Card baru menyadari jika dia telah ditipu.

"Kami merasa telah jatuh ke dalam jebakan, dan kami yakin bahwa kami sedang berbicara dengan Brandon,” katanya.

Baca Juga:

Dari kasus itu, The Washington Post menyoroti ledakan penipuan kecerdasan buatan, di mana penipu menghasilkan uang dalam jumlah besar dengan impunitas yang mudah.

Surat kabar itu mengkhawatirkan berkembangnya penipuan yang menggunakan teknik kecerdasan buatan di Amerika Serikat, dan menjadi lebih mudah bagi aktor jahat meniru suara untuk meyakinkan orang, terutama orangtua, bahwa orang yang mereka cintai sedang dalam kesulitan dan membutuhkan bantuan.

Menurut data dari Komisi Perdagangan Federal AS, bahwa penipuan menempati urutan kedua dari kejahatan yang paling umum di Amerika Serikat. Pada tahun 2022 tercatat lebih dari 36.000 orang tertipu oleh mereka yang menyamar sebagai teman atau anggota keluarga.

[br]

Kerugian hingga jutaan dollar

Komisi Perdagangan mengatakan bahwa lebih dari 5.100 kasus penipuan ini terjadi melalui telepon, dengan kerugian melebihi $ 11 juta (Rp 169,9 miliar).

Para ahli mengatakan bahwa lembaga federal, lembaga penegak hukum, dan pengadilan tidak memiliki perlengkapan yang memadai untuk mengekang operasi penipuan yang sedang berkembang dengan teknik ini.

Sebagian besar korban hanya memiliki sedikit petunjuk untuk mengejar pelaku, dan sulit bagi polisi untuk melacak telepon dan uang yang masuk ke rekening penipu di seluruh dunia.

"Ini menakutkan," kata Hany Farid, seorang profesor forensik digital di University of California, Berkeley.

"Kita berada di depan badai yang sempurna, dengan semua bahan sempurna yang kita butuhkan untuk menyebabkan kekacauan,” jelasnya.

Farid mengatakan perangkat lunak penghasil suara AI menganalisis apa yang membuat suara seseorang unik, termasuk usia, jenis kelamin, dan aksen, serta mencari basis data suara yang luas untuk menemukan suara yang mirip.

Hal itu menunjukkan bahwa perkembangan di bidang kecerdasan buatan (AI) menciptakan level baru yang menakutkan, yang memungkinkan penipu untuk meniru suara menggunakan sampel audio dari beberapa kalimat dengan menggunakan sejumlah besar alat online murah yang mengizinkan membuat salinan persis dari suara yang diperlukan.

[br]

Cara penipu membuat program untuk meniru suara dari seseorang yang mereka inginkan

Dari mana penipu dapat membuat program untuk meniru suara seseorang yang mereka inginkan?

Menurut Farid, hal itu tidak terlalu sulit karena dengan teknologi AI dimungkinkan untuk membuat ulang nada dan suara individu dari suara seseorang, dan menciptakan efek keseluruhan yang mirip suara orang itu sewaktu didengarkan. Untuk mendapatkan sampel suara singkat calon korban juga cukup mudah.

“Anda tinggal mengambil contoh suara dari YouTube, klip podcast, iklan, klip di TikTok, Facebook atau Instagram,” ungkapnya.

"Dua tahun lalu Anda membutuhkan banyak suara untuk mengkloning suara seseorang, tetapi sekarang ketika Anda memiliki akun di media sosial, Anda membutuhkan 30 detik untuk mengkloning suara Anda,” ujar Farid.

Bagaimana cara mencegahnya?

Untuk mencegah agar Anda tidak tertipu oleh pelaku kriminal yang menggunakan teknologi peniru suara, maka yang perlu Anda lakukan adalah:

Pertama, jangan panik ketika menerima telepon dari orang yang suaranya mirip dengan suara orang yang Anda kenal, yang mengabarkan ia mengalami musibah dan membutuhkan uang sesegera mungkin dari Anda.

Kedua, konfirmasi ke pihak berwajib untuk memastikan informasi itu. Juga konfirmasi ke rumah sakit apabila si peniru suara mengabarkan ada anggota keluarga yang mengalami kecelakaan.

Ketiga, gali informasi sebanyak mungkin dari orang yang diduga si peniru suara, misalnya, di mana ia bisa ditemui, tawarkan uang cash jika ia minta transfer dana, tanyakan apakah ia tahu nama-nama anggota keluarga Anda, dll.

Langkah-langkah tersebut, selain dapat memastikan jika si penelpon adalah benar-benar orang yang Anda kenal, juga dapat menjebak si pelaku peniru suara.

(PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PM Sheikh Hasina: Kemajuan Suatu Bangsa Ditentukan Lewat Penguasaan Teknologi
Hati Hati !! Penipuan Berkedok Menempelkan QRIS Palsu Di Kotak Amal Mesjid Marak Di Jakarta
Khawatir Makin Berbahaya, Elon Musk dan 1000 Pemimpin Bisnis Minta Teknologi AI Diperlambat
Penelitian: Kecanduan Ponsel seperti Kecanduan Narkotika
Penelitian: Smartphone Dapat Memprediksi Kematian Anda dalam 5 Tahun ke Depan
Wanita Berparas Lembut Lakukan Penipuan Minyak Goreng, Total Transaksi Capai Rp 2 Miliar
komentar
beritaTerbaru