Sabtu, 17 Januari 2026 WIB

Penelitian: Smartphone Dapat Memprediksi Kematian Anda dalam 5 Tahun ke Depan

- Rabu, 26 Oktober 2022 13:33 WIB
1.280 view
Penelitian: Smartphone Dapat Memprediksi Kematian Anda dalam 5 Tahun ke Depan
Ilustrasi: Smartphone memprediksi kematian seseorang dalam 5 tahun ke depan. (Foto via The Atlantic)

(Pesisirnews.com) - Sebuah penelitian terhadap lebih dari 100.000 orang dewasa menemukan bahwa data sensor gerak di smartphone yang dikumpulkan selama 6 menit berjalan kaki sudah cukup untuk memprediksi risiko kematian seseorang lima tahun ke depan seakurat metode terkemuka lainnya.

Studi sebelumnya telah memperkirakan risiko kematian menggunakan tingkat aktivitas fisik harian yang diukur dengan sensor gerak yang dipakai di perangkat seperti jam tangan kebugaran.

Namun semakin populernya jam tangan pintar dan pelacak kebugaran, tidak semua orang memiliki dan masih terbatas digunakan oleh orang-orang dari kalangan berada.

Baca Juga:

Tetapi keadaan itu dapat diatasi karena kebanyakan orang memiliki smartphone dengan sensor serupa.

Sensor gerak pada smartphone itu yang juga digunakan untuk menghitung risiko kematian dari data aktivitas seseorang yang mereka kumpulkan.

Baca Juga:

“Hanya saja orang cenderung tidak membawa ponsel mereka sepanjang hari, sehingga sensor lebih sulit melakukan pelacakan aktivitas untuk mengumpulkan data,” kata Bruce Schatz dari University of Illinois Urbana-Champaign yang dikutip dari newscientist.com, Rabu.

Untuk menemukan prediktor alternatif yang dapat diukur dengan smartphone, Schatz dan rekan-rekannya melihat data dari 100.655 peserta dalam studi Biobank Inggris, yang telah mengumpulkan informasi tentang kesehatan orang dewasa paruh baya dan lansia yang tinggal di Inggris selama lebih dari 15 tahun sebagai bagian dari penelitian itu.

Para peserta memakai sensor gerak di pergelangan tangan mereka selama satu minggu. Sekitar 2 persen dari peserta meninggal selama lima tahun berikutnya.

[br]

Para peneliti menjalankan sensor gerak dan data kematian pada sekitar sepersepuluh peserta melalui model pembelajaran mesin, yang mengembangkan algoritma yang memperkirakan risiko kematian lima tahun menggunakan akselerasi selama 6 menit berjalan kaki.

"Untuk banyak penyakit, khususnya penyakit jantung atau paru-paru, ada pola yang sangat khas di mana orang melambat ketika kehabisan napas dan mempercepat lagi dalam dosis pendek," kata Schatz.

Mereka kemudian menguji model menggunakan data dari peserta lain dan menentukan skor indeks-c - metrik yang biasa digunakan dalam biostatistik untuk menilai akurasi - adalah 0,72, yang sebanding dengan metrik perkiraan harapan hidup lainnya seperti aktivitas fisik harian atau risiko kesehatan lainnya.

“Prediktor ini sekuat atau lebih kuat dari faktor risiko tradisional,” kata Ciprian Crainiceanu dari Universitas Johns Hopkins di Maryland.

Sementara penelitian ini menggunakan sensor gerak yang dikenakan di pergelangan tangan, smartphone juga mampu mengukur akselerasi saat berjalan kaki singkat, kata Schatz, yang saat ini sedang merencanakan penelitian yang lebih besar menggunakan smartphone.

“Jika Anda membawa ponsel, Anda bisa melakukan prediksi mingguan atau harian dan itu adalah sesuatu yang tidak bisa Anda dapatkan dengan metode lain,” katanya. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Waspada! Penipuan Menggunakan Teknologi Peniru Suara Mengintai Pengguna Ponsel
Penelitian: Kecanduan Ponsel seperti Kecanduan Narkotika
Gangguan Penglihatan Akibat Penggunaan Smartphone dalam Waktu Lama
Ribuan Warga Iran Kembali Turun ke Jalan dan Menyerukan Kematian Pemimpin Republik Islam
Dampak bagi Kesehatan Menggunakan Ponsel saat di Toilet yang Sering Tak Disadari
Google Umumkan Akan Luncurkan Smarphone Pixel 6a pada Juli Mendatang
komentar
beritaTerbaru