Jumat, 17 April 2026 WIB

Perlahan Namun Pasti, Pasukan Rusia Terus Bergerak Mendekati Ibu Kota Kiev

- Sabtu, 12 Maret 2022 09:30 WIB
601 view
Perlahan Namun Pasti, Pasukan Rusia Terus Bergerak Mendekati Ibu Kota Kiev
Pekerja darurat Ukraina dan relawan membawa seorang wanita hamil yang terluka dari rumah sakit bersalin yang rusak oleh penembakan, di Mariupol, Ukraina, Rabu, 9 Maret 2022. (Foto AP/Evgeniy Maloletka)

KIEV, Pesisirnews.com - Pasukan Rusia dilaporkan semakin mendekati Ibu Kota Ukraina, Kiev pada Jumat, ketika para pejabat mengatakan Ibu Kota sedang diubah menjadi "benteng" dan Presiden Volodymyr Zelensky menuduh Moskow sekali lagi menargetkan koridor kemanusiaan.

Melansir World News, Sabtu (12/3), ratusan ribu warga sipil tetap bersembunyi di kota-kota Ukraina, termasuk Mariupol yang terkepung di bawah kampanye pengeboman Rusia setelah pembicaraan pertama antara Moskow dan diplomat tinggi Kiev berakhir tanpa kesepakatan.

Militer Ukraina dalam sebuah pernyataan memperingatkan "musuh berusaha untuk menghilangkan pertahanan pasukan Ukraina di sekitar wilayah barat dan barat laut Ibu Kota untuk memblokir Kiev.”

Baca Juga:

"Kami tidak bisa mengesampingkan pergerakan musuh ke timur menuju Brovary,” tambah pernyataan itu.

Sementara itu walikota Vitali Klitschko mengatakan setengah dari populasi telah melarikan diri, menambahkan bahwa kota itu "telah diubah menjadi benteng".

Baca Juga:

"Setiap jalan, setiap bangunan, setiap pos pemeriksaan telah dibentengi," ungkapnya.

Pasukan Rusia saat ini mengepung setidaknya empat kota besar Ukraina dan kendaraan lapis baja telah meluncur ke tepi timur laut Kiev, di mana pinggiran kota termasuk Irpin dan Bucha telah dibombardir setiap hari.

[br]

Tentara Ukraina di sana menggambarkan pertempuran sengit untuk menguasai jalan raya utama yang menuju ke Ibu Kota, dan wartawan AFP melihat serangan rudal di Velyka Dymerka tepat di luar batas kota Kiev.

"Ini menakutkan, tapi apa yang bisa kamu lakukan?" kata Vasyl Popov, seorang salesman periklanan berusia 38 tahun.

“Tidak ada tempat untuk benar-benar lari atau bersembunyi. Kami tinggal di sini,” ujarnya lagi.

Terpisah, kementerian pertahanan Inggris mengatakan dalam pembaruan intelijen bahwa “Pasukan Rusia meningkatkan jumlah pasukan yang dikerahkan untuk mengepung kota-kota utama.”

“Ini akan mengurangi jumlah pasukan tetapi tersedia untuk melanjutkan kemajuan mereka, namun penyebaran pasukan juga akan memperlambat pergerakan Rusia,” kata sebuah pernyataan yang di-tweet oleh kementerian itu. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Komandan Wagner Klaim Berhasil Menewaskan 38.000 Tentara Ukraina
Rusia - Ukraina Saling Klaim Tewaskan Ratusan Serdadu dalam Pertempuran Bakhmut
Diperkirakan Jutaan Amunisi Mengalir dari Iran ke Rusia
Barat Menduga Rusia Kehabisan Drone asal Iran dan Menuding Moskow Mencari Pengganti ke China
Rusia Mundur dari Kherson, Apakah Itu Sinyal Kekalahan ‘Beruang Merah?’
Ngeri! The New York Times Melaporkan Rusia Bahas Penggunaan Senjata Nuklir di Ukraina
komentar
beritaTerbaru