Sabtu, 06 Juni 2026 WIB

Dua Remaja Tersengat Listrik di Tembilahan, PLN Soroti Pentingnya Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Tegangan Menengah

Zanoer - Sabtu, 06 Juni 2026 17:40 WIB
6 view
Dua Remaja Tersengat Listrik di Tembilahan, PLN Soroti Pentingnya Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Tegangan Menengah
Dua Remaja Tersengat Listrik di Tembilahan, PLN Soroti Pentingnya Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Tegangan Menengah
TEMBILAHAN Insiden sengatan listrik yang menimpa dua remaja di sebuah ruko di Jalan Ki Hajar Dewantara Parit 13, Kecamatan Tembilahan Hilir, Jumat (5/6/2026) malam, menjadi pengingat pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan kelistrikan serta pengawasan pembangunan bangunan yang berada di dekat jaringan listrik.

Manager PLN ULP Tembilahan, Sabur Januardi, menjelaskan bahwa jaringan listrik di lokasi kejadian merupakan jaringan tegangan menengah yang telah terpasang sesuai standar teknis yang berlaku.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (6/6/2026), Sabur mengatakan PLN selama ini rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya kelistrikan, khususnya bagi warga yang membangun atau merenovasi bangunan di sekitar jaringan listrik.

Baca Juga:

"Kami sering melakukan sosialisasi bahaya kelistrikan kepada masyarakat yang membangun bangunan dekat jaringan. Kadang kami juga tidak mengetahui apakah bangunan masyarakat yang semakin maju ke arah jalan telah memakan area badan jalan atau tidak," ujarnya.

Menurutnya, aspek keselamatan tidak hanya bergantung pada keberadaan jaringan listrik, tetapi juga pada kepatuhan masyarakat dalam memperhatikan jarak aman saat mendirikan maupun memperluas bangunan. Tidak sedikit bangunan yang dibangun tanpa mempertimbangkan posisi jaringan listrik yang telah lebih dahulu terpasang.

Baca Juga:

Pasca kejadian tersebut, PLN akan melakukan asesmen lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mencegah peristiwa serupa terulang.

"Kita akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengantisipasi agar kejadian tidak terulang. Kita asesmen dulu kondisi lapangan agar jaringan aman," kata Sabur.

Peristiwa ini juga memunculkan perhatian terhadap pengawasan pembangunan bangunan yang berada di sekitar jaringan utilitas publik. Pengawasan terhadap kesesuaian bangunan dengan aturan tata ruang, garis sempadan bangunan, hingga aspek keselamatan lingkungan seharusnya menjadi perhatian sejak tahap perencanaan dan perizinan.

Apabila bangunan berdiri terlalu dekat dengan jaringan tegangan menengah, potensi bahaya tidak hanya mengancam pemilik bangunan, tetapi juga masyarakat di sekitarnya. Karena itu, koordinasi antara pemilik bangunan, pemerintah daerah, dan PLN menjadi faktor penting untuk memastikan setiap pembangunan memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

PLN mengimbau masyarakat yang akan membangun maupun merenovasi bangunan agar terlebih dahulu memastikan posisi bangunan berada pada jarak aman dari jaringan maupun gardu listrik. Warga juga diminta berkoordinasi dengan PLN sebelum memulai pekerjaan konstruksi serta memahami potensi bahaya yang dapat ditimbulkan.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar jaringan listrik, termasuk memasang baliho, antena, umbul-umbul, maupun menjemur pakaian di dekat kabel dan gardu listrik. Aktivitas bermain layang-layang menggunakan benang gelasan atau kawat di sekitar jaringan listrik juga sangat berbahaya dan harus dihindari.

Jaringan tegangan menengah merupakan salah satu infrastruktur vital dalam sistem distribusi listrik yang berfungsi menyalurkan energi dari gardu induk menuju gardu distribusi sebelum diteruskan ke pelanggan.

Berbeda dengan instalasi listrik rumah tangga, jaringan ini membawa tegangan listrik yang jauh lebih besar sehingga memiliki tingkat risiko tinggi terhadap keselamatan manusia.

Bahaya jaringan tegangan menengah tidak hanya muncul ketika seseorang menyentuh kabel secara langsung. Dalam kondisi tertentu, aliran listrik dapat melompat melalui udara atau flash over apabila terdapat benda maupun tubuh manusia yang berada terlalu dekat dengan konduktor bertegangan.

Risiko tersebut meningkat ketika bangunan, atap, balkon, rangka besi, antena, atau aktivitas manusia berada dalam radius yang tidak aman dari jaringan listrik.

Karena itu, keberadaan bangunan yang terlalu dekat dengan jaringan tegangan menengah menjadi perhatian serius. Selain berpotensi menyebabkan sengatan listrik, kondisi tersebut juga dapat memicu kebakaran, kerusakan bangunan, hingga mengancam keselamatan penghuni maupun masyarakat sekitar.

Peristiwa yang menimpa dua remaja di Jalan Ki Hajar Dewantara Parit 13, Tembilahan Hilir, menjadi pengingat bahwa bahaya listrik tidak selalu terlihat secara kasat mata. Dalam banyak kasus, korban tidak menyadari bahwa mereka telah berada dalam zona berbahaya di sekitar jaringan tegangan menengah.

Oleh sebab itu, setiap pembangunan maupun renovasi bangunan harus memperhatikan jarak aman terhadap jaringan listrik serta berkoordinasi dengan PLN dan instansi terkait guna menghindari risiko kecelakaan yang dapat berakibat fatal.

Insiden ini sekaligus menjadi perhatian bagi seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah daerah, bahwa aspek keselamatan kelistrikan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pembangunan. Sebab, ketika jaringan tegangan menengah dan bangunan berada terlalu dekat, satu kelalaian kecil saja dapat berujung pada hilangnya nyawa manusia.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dua Remaja Tersengat Listrik di Tembilahan, PLN Soroti Pentingnya Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Tegangan Menengah
Dua Remaja Tersengat Listrik di Tembilahan, PLN Soroti Pentingnya Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Tegangan Menengah
Viral! Gunakan Sajam Keroyok dan Aniaya Jukir di Cinere, Otak Pelaku EVP Bantuan Hukum PLN
Marak Dugaan Penyelewengan Anggaran di PLN, Modus Marathon Hingga Sewa Pembangkit*
Alumni UI Isunya Monopoli Proyek Legal PLN Sejak Dir LHC Jadi Ketua Iluni FH, Mark Up Anggaran Jumbo Mencuat
Ikuti CFD Tembilahan, Tukar Struk PLN Mobile dan Menangkan Doorprize Seru!
komentar
beritaTerbaru