Minggu, 21 Juli 2024 WIB

Komandan Wagner Klaim Berhasil Menewaskan 38.000 Tentara Ukraina

- Sabtu, 15 April 2023 10:14 WIB
1.568 view
Komandan Wagner Klaim Berhasil Menewaskan 38.000 Tentara Ukraina
Pasukan Wagner menggempur habis-habisan pasukan Ukraina dalam pertempuran di Bakhmut, Ukraina. (Foto: AFP)

MOSKOW (Pesisirnews.com) - Dengan berlanjutnya pertempuran sengit antara pasukan Rusia dan Ukraina di kota Bakhmut, Ukraina timur, korban jiwa terus meningkat.

Dilansir AFP, Sabtu (15/4), Yevgeny Prigozhin, komandan pasukan Wagner Rusia, yang memimpin kendali di kota Ukraina itu, mengumumkan pada Jumat, bahwa pasukannya telah membunuh 38.000 tentara Ukraina selama pertempuran. Dia juga mengindikasikan bahwa 32.000 tentara ini tewas di Bakhmut saja.

Prigozhin sebelumnya telah mengumumkan bahwa pasukannya menguasai 80 persen Bakhmut, tetapi pihak Ukraina menyatakan bahwa persentase tersebut dibesar-besarkan.

Baca Juga:

Pernyataan ini muncul saat pasukan Rusia melancarkan serangan darat ke pangkalan dan parit tentara Ukraina di daerah Bredcheno, di wilayah barat daya Bakhmut.

Disebutkan bahwa, Setelah pertempuran sengit di area rel kereta api, pasukan Wagner berhasil menguasai titik-titik baru di pusat kota, dan kendali mereka atas lumbung biji-bijian.

Baca Juga:

Sementara tentara Ukraina mempertahankan posisinya di poros utara Bakhmut, di tengah pengepungan pasukan Wagner yang mencoba memasuki ke kedalaman kota dari sisi utara.

Di sisi lan, pasukan Ukraina membom banyak situs di kota itu, yang hampir ditinggalkan penduduknya.

Pejabat di Kyiv mengatakan bahwa tentara Rusia terus melancarkan serangan tanpa henti di kota itu dan juga membom Kherson di selatan negara itu.

[br]

Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hana Malyar menulis di aplikasi pesan Telegram bahwa pertempuran sengit terjadi pada hari Kamis di semua wilayah front timur.

"Musuh menggunakan unit paling profesionalnya di sana dan menggunakan artileri dan penerbangan dalam jumlah besar. Setiap hari, musuh di Bakhmut melakukan 40 hingga 50 serangan dan 500 operasi pengeboman,” kata Malyar.

Pertempuran sporadis itu terjadi ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan pejabat senior menekan sekutu untuk menyediakan lebih banyak senjata bagi negaranya, yang diharapkan Kyiv akan memungkinkannya meluncurkan serangan balasan besar-besaran akhir tahun ini.

Sementara itu, Rusia berpegang teguh pada kendali Bakhmut, yang dianggapnya sebagai pusat utama dalam kemajuan operasi militernya di mana sebelumnya pergerakan pasukan Rusia berjalan lambat di Ukraina timur, lebih dari setahun setelah peluncuran invasi darat.

(PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Diperkirakan Jutaan Amunisi Mengalir dari Iran ke Rusia
Rusia Mundur dari Kherson, Apakah Itu Sinyal Kekalahan ‘Beruang Merah?’
Ngeri! The New York Times Melaporkan Rusia Bahas Penggunaan Senjata Nuklir di Ukraina
Temuan Dramatis Surat Tentara Jepang Era PD II yang Berasal dari Kepulauan Indonesia
Rusia Bakal Terima Pendaftaran Tentara Asing, Siapkan Diri Kalau Anda Berminat
Perang Ukraina Dorong Kenaikan Harga Logam Mulia Emas, Perak dan Platinum
komentar
beritaTerbaru