Bangun Generasi Peduli, RA Khalifa Tekankan Pentingnya Empati Anak
(Pesisirnews.com) TEMBILAHAN Mengajarkan empati kepada anak sangat penting, karena dapat menjadi sarana bagi mereka untuk berinteraksi deng
Artikel
SUMEDANG (Pesisirnews.com) - Kantor Kepala Desa (Kades) Cikareo Selatan, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar) didatangi oleh ratusan warganya.
Kedatangan warga ke kantor desa kali ini ternyata bukan untuk ngantre bantuan sembako, melainkan untuk berdemo dan melakukan penyegelan terhadap kantor desa.
Aksi warga ini dipicu oleh dugaan Kepala Desa Cikareo Selatan yang diduga selingkuh dengan wanita yang juga menjabat sebagai kepala desa di desa lain.
Baca Juga:
Melansir Tribunnews.com, Rabu (8/6/2022), terdapat fakta-fakta mengenai penyegelan Kantor Desa Cikareo Selatan sebagai berikut:
1. Warga segel kantor desa
Baca Juga:
Pada Senin (6/6/2022), ratusan warga menggeruduk Kantor Desa Cikareo Selatan. Sesampainya di kantor desa, warga kemudian melakukan penyegelan terhadap kantor desa.
Penyegelan dilakukan dengan memaku dua bilah kayu dengan posisi silang pada kusen pintu kantor desa.
Di depan tanda silang penyegelan itu ada poster dengan tulisan bernada pertanyaan. Tak hanya melakukan penyegelan, warga juga mencorat-coret kantor desa dengan tulisan-tulisan bernada kecaman kepada kepala desa.
Penyegelan kantor Desa Cikareo Selatan oleh warga desa. (Instagram @polressumedang)
Penyegelan ini adalah puncak kemarahan warga atas Kepala Desa Cikareo Selatan yang diduga telah bertindak amoral.
[br]
Tindakan amoral yang dimaksud, pak kades diduga melakukan perbuatan selingkuh, di mana foto-fotonya tersebar di media sosial Tiktok.
Perbuatan itu dilakukan dengan oknum Kades perempuan dari desa lain, yakni Kades Ganjarresik.
"Kami menyegel ini agar Bupati memperhatikan aspirasi kami ini," kata Asep Dadan, tokoh masyarakat Desa Cikareo.
"Katanya Sumedang Simpati, tetapi kelakuan tidak mencerminkan slogan Sumedang dibiarkan,"
"Kades harus tetap mundur. Kami tak terima berbagai alasan," kata Asep.
Menurut Asep, warga sudah menyampaikan aspirasi kepada Bupati namun belum direspons.
Selain itu, warga juga sudah mengunjungi Kecamatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDesa) Sumedang sebagai Dinas yang menaungi Desa, dan bahkan telah mengupayakan agar Bupati Sumedang bertindak.
"Kami menyegel bukan tidak melakukan prosedur, kami menghargai tatanan pemerintahan, dari awal sudah musyawarah, dan menyampaikan aspirasi sesuai dengan prosedur, tapi sudah sebulan tak direspons," kata Asep Dadan.
[br]
2. Kapolres bertindak dengan membongkar segel kantor desa
Setelah terjadinya aksi penyegelan, Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mendatangi kantor desa yang disegel.
Dalam kesempatan itu, secara tegas, Kapolres meminta penyegelan yang dilakukan warga dibongkar.
Kantor Desa Cikareo Selatan dicorat coret warga. (Instagram @polressumedang)
Hal ini karena tindakan warga dengan menyegel kantor desa itu sudah melanggar hukum.
"Jangan takut melakukan penegakan hukum Pak Kapolsek. Mereka tidak punya dasar hukum menyegel ini. Kantor ini dari uang rakyat. Jangan takut, ngapain diikutin."
"Pelayanan masyarakat harus tetap jalan. Saya jamin keamanannya. Apa pertimbangannya tidak dibongkar, kan bukan police line. Bongkar," kata Kapolres, dikutip dari video di akun Instagram Humas Polres Sumedang, Rabu (8/6/2022).
Setelah itu, segel kantor desa itu kemudian dibuka. Kapolres kemudian memanggil para tokoh desa dan melakukan dialog dengan warga.
[br]
3. Bupati Sumedang berikan tanggapan
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir memberi tanggapan terkait desakan warga yang meminta Kepala Desa Cikareo Selatan untuk mundur.
Dony mengatakan, pihaknya tengah memproses asirasi yang disampaikan warga.
"Tentunya ini sedang berproses, peristiwa tersebut harus disikapi sesuai aturan yang berlaku," kata Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir di Jatinangor, Sumedang, Selasa (7/6/2022), dikutip dari TribunJabar.
Menurut Bupati, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDesa) Kabupaten Sumedang telah memberi teguran kepada Kades Cikareo Selatan dan Kades Ganjarresik di Kecamatan Wado itu.
"Sudah, DPMD memberikan teguran lewat Camat," katanya.
Dalam persoalan ini, Bupati tak mau gegabah. Sebab, ada aturan yang mengikat tentang Kepala Desa. Tidak serta merta ketika ada aspirasi menurunkan Kades dari jabatannya, aspirasi itu terwujud.
"Belum ada respons Bupati soal ini karena masih dilakukan kajian dan Bupati masih mendalami," kata Bupati Dony.
[br]
Menurutnya, jikapun harus ada keputusan Bupati, dia akan mengeluarkan keputusan itu dengan mendasarkan kepada Undang-undang yang berlaku dan juga mempertimbangkan aspirasi masyarakat.
"Yang jelas, salurkan aspirasi ke saluran hukum yang berlaku. Jangan membuat aksi yang kontradiktif dengan fungsi pelayanan desa kepada masyarakat," kata bupati.
Adapun Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan di tempat yang sama mengatakan bahwa pihaknya akan lebih dahulu mendengarkan perkataan para tokoh desa yang hari ini akan datang menghadapnya.
"Saya sepakat untuk tegakkan aturan. Para tokoh desa akan beraudiensi dengan DPRD juga dengan kami, saya dan Bupati. Kita dengar nanti," pungkasnya. (PNC)
(Pesisirnews.com) TEMBILAHAN Mengajarkan empati kepada anak sangat penting, karena dapat menjadi sarana bagi mereka untuk berinteraksi deng
Artikel
RETEH Bak disambar petir di siang bolong, Polsek Reteh dikejutkan dengan tes urine mendadak yang digelar Polres Indragiri Hilir (Inhil), S
Peristiwa
Indragiri Hilir Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Indragiri Hilir berhasil mengungkap kasus tindak pidana perjudian jenis toge
Hukrim
Indragiri Hilir Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika di wilaya
Hukrim
(Pesisirnews.com)Tembilahan Upaya meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Indragiri Hil
Advertorial
Tembilahan Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan dengan cara dibakar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (16/4/
Peristiwa
Indragiri Hilir Dalam upaya menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan razia seren
Hukrim
Tembilahan, (14/4/2026) Program Stimulasi Integrasi Balita Risiko Stunting (SI BESTI) merupakan bagian dari Gerakan Inhil Atasi Stunting
Advertorial
(Pesisirnews.com)Indragiri Hilir Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana na
Hukrim
Indragiri Hilir Masyarakat Desa Sekayan, Kecamatan Kemuning, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolres Indragiri Hi
Artikel