BENGKALIS, PESISIRNEWS.com - Setidaknya satu siswa kelas XII IPA1 SMA Negeri 2 Bengkalis mengalami kerasukan disekolahnya, Nurafika (17) pada hari kamis (4/9) pagi.Siswa ini memang sering mengalami kerasukan disekolahnya, guru- guru beserta siswa yang lain juga sudah terbiasa menghadapi hal tersebut.
Sebelum Nurafika kerasukan, diakui teman- temannya bahwa ia telah mengeluh sakit, riwayat sesak nafas yang ia alami sering mengganggu, saat sedang duduk dikelas bersama teman- temannya, fika tambak termenung dan pucat, dan tiba-tiba- tiba ia menjerit sehingga membuat kaget teman-temannya.
Mungkin karena panik teman- teman sekelasnya memopong fika ke lapangan depan sekolah, hal ini menyebabkan puluhan siswa-siswa SMA Negeri 2 datang mengerumuni untuk melihat kejadian tersebut.Guru yang melihat keadaan itu langsung datang dan memerintahkan siswanya untuk mengangkat fika keruang UKS.
Siswa-siswa yang berkerumun langsung dibubarkan dan masuk ke kelas masing-masing.
Saat di UKS fika tidak juga sadar, padahal guru dan teman-temannya telah berusaha untuk menyadarkannya.Karena tidak tahu apa yang harus dilakukan lagi, guru dan teman-temannya langsung menghubungi keluarga fika.Dalam kondisi tidak sadar fika terus mengerang dan menangis menahan sakit yang ia alami.
Walaupun hampir satu jam peristiwa ini terjadi, hal ini tidak menganggu aktifitas belajar mengajar siswa, hanya satu orang teman fika yang diizinkan guru untuk menjaga fika, karena fika juga sudah tenang, hanya menunggu dijemput keluarganya.
Seperti yang diungkapkan seorang guru yang tidak mau disebutkan namanya, beliau menjelaskan bahwa siswa nya ini memang sering kerasukan, dan pihak sekolah pun sudah terbiasa, karena siswanya ini ada riwayat sakit sesak nafas, pihak sekolah khawatir terjadi hal lainnya, makanya diminta keluarganya yang menjemput.
" Anak kami ini memang sering kerasukan, dan kami disinipun sudah terbiasa menghadapi ini, karena siswa kami ini ada sakit sesak, khawatir terjadi hal-hal lainnya terpaksa keluarganya kami hubungi untuk menjemput anaknya," ungkap guru. (alina)