Rabu, 17 Juni 2026 WIB

Pemda Segera Tetapkan HET Elpiji

- Senin, 15 Desember 2014 07:22 WIB
548 view
 Pemda Segera Tetapkan HET Elpiji
PEKANBARU, PESISIRNEWS.com - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Riau mendesak pemerintah daerah (pemda) kabupaten/kota segera menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji subsidi 3 kilogram setelah terjadinya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

 "Sejak tahun 2009, beberapa daerah di Riau yang belum merevisi HET. Walau telah terjadi berapa kali kenaikan BBM bersubsidi, tapi HET-nya belum dilakukan penyesuaian harga," papar Sekretaris Hiswana Migas Provinsi Riau, Tuah Laksamana di Pekanbaru, Riau, Ahad.

Padahal, katanya melanjutkan, pihaknya telah mendapat informasi bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberi sinyal untuk dilakukan penyesuaian HET gas elpji subsidi 3 kilogram pascakenaikan BBM bersubsidi pada November 2014.

Dalam menaikan HET, menurut dia, perlu dipikirkan margin bagi pangkalan elpiji di Riau karena jangan sampai mereka menjual barang yang disubsidi pemerintah kepada pedangang pengecer demi mendapatkan keuntungan untuk menutupi modal yang mereka keluarkan.

Data terakhit PT Pertamina Perwakilan Pemasaran Riau Sumbar menyebutkan jumlah agen gas elpiji subsidi 3 kilogram di Riau 65 perusahaan dan sekitar 2.200 pangkalan untuk 12 kabupaten/kota dengan jumlah penyaluran sekitar 3 juta tabung per bulan atau sebanyak 100 tabung per hari.

"Kalau keuntungan pangkalan kecil, sementara biaya mereka besar, otomatis yang berlaku mekanisme pasar. Dimana pangkalan menyalurkan ke tingkat pengecer dan itu salah satu yang kita takut karena pangkalan tidak bisa bekerja bagus dalam penyaluran ini," ucapnya.

Pihaknya, sambung dia, sudah beberapa kali melakukan perhitungan penyesuaian HET gas elpiji subsidi yang diserah kepada Pemerintah Provinsi, sekaligus membuat acuan mengenai berapa batasan harga HET  untuk kabupaten/kota di Riau.

"Sebenarnya sudah ada perhitungan HET, namun tetap kabupaten/kot karena ditetapkan bupati/wali kota. Kami minta pemda cepat, jangan seperti selama ini lambat. Kawan-kawan agen sudah keluarkan biaya tinggi terutama setelah BBM naik," bebernya.

Irfan Tirta, agen gas elpiji subsidi 3 kilogram di Kota Pekanbaru mengaku kenaikan berbagai komponen kendaraan yang sehari-hari mengangkut elpiji subsidi tidak bisa dihindari sebagai dampak dari naiknya BBM bersubsidi.

"Sebelum BBM naik, harga komponen kendaraan dipasaran sudah berpengaruh. Apalagi setelah BBM dinaikan pemerintah. Kami minta pemda segera lakukan penyesuian HET elpiji," sebutnya seperti dilansir antara.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ekonomi Warga Ikut Tumbuh! Ini Langkah Kapolsek Pelangiran
Pegadaian Membangun Perekonomian Masyarakat Lewat Digitalisasi Bisnis dan Ekosistem Emas
Perkuat Hubungan Ekonomi, Perusahaan Israel Buka Cabang Pertamanya di Maroko
Iran-Rusia Perkuat Sistem Perdagangan untuk Atasi Sanksi Ekonomi Barat
Antisipasi Geopolitik dan Ekonomi Global, Pemerintah Terbitkan Perpu Cipta Kerja
Kelapa sebagai Bentuk Kearifan Lokal Bernilai Ekonomi di Kabupaten Inhil yang Harus Dipertahankan
komentar
beritaTerbaru