Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Profil Shou Zi Chew, dari Tentara dan Pekerja Magang di Facebook hingga Jadi CEO TikTok

- Rabu, 29 Maret 2023 11:46 WIB
1.582 view
Profil Shou Zi Chew, dari Tentara dan Pekerja Magang di Facebook hingga Jadi CEO TikTok
CEO TikTok, Shou Zi Chew yang pernah bekerja magang di Facebook. (Getty)

(Pesisirnews.com) - Shou Zi Chew, namanya memang tidak seterkenal bos Facebook, Mark Zuckerberg. Namun siapa sangka pria 40 tahun kelahiran Singapura pada 1983 ini, berhasil meraih posisi puncak di TikTok.

TikTok merupakan platform media sosial berbagi video pendek dengan jumlah pengguna aktif bulanan mencapai lebih dari 1 miliar pengguna di seluruh dunia, menurut situs Wallaroo Media.

Angka itu menempatkan TikTok sebagai platform media sosial dengan jumlah ketiga terbesar di dunia, di bawah Facebook (2,9 miliar pengguna) dan YouTube (2,2 miliar pengguna).

Baca Juga:

Chew, bersekolah di sekolah menengah atas elit dan menyelesaikan wajib militer di Singapura. Dia melanjutkan kuliah di University College London, di mana dia memperoleh gelar sarjana ekonomi.

Setelah bertugas di militer Singapura, Chew bergabung sebagai bankir investasi untuk Goldman Sachs di London. Dia juga menerima gelar MBA dari Universitas Harvard dan bekerja magang di Facebook pada tahun 2009, saat dia menjadi mahasiswa Harvard.

Baca Juga:

Belakangan, Chew bergabung dengan perusahaan modal ventura DST Global, di mana kefasihannya dalam bahasa Mandarin membuatnya menjadi “mitra yang berfokus pada China”, menurut Wall Street Journal.

Selama masa jabatannya di perusahaan tersebut, Chew memimpin grup yang merupakan salah satu investor paling awal di ByteDance pada tahun 2013.

Chew juga pernah bekerja di pembuat smartphone China Xiaomi, di mana dia menjabat sebagai CFO dan peran lainnya, sebelum bergabung dengan induk TikTok, ByteDance.

Dia memulai tugasnya di ByteDance sebagai CFO perusahaan pada Maret 2021 dan diangkat menjadi CEO TikTok pada akhir tahun itu.

Chew menggantikan mantan eksekutif Disney Kevin Mayer, yang mengundurkan diri dari jabatan tersebut hanya tiga bulan setelah dia menerima pekerjaan itu.

TikTok sendiri dimiliki oleh ByteDance yang berbasis di Beijing. Perusahaan ini mengatakan bahwa 60 persen sahamnya dimiliki oleh investor global, sementara 20 persen dipegang oleh pendiri dan 20 persen oleh karyawan.

[br]

Namanya mencuat setelah memenuhi panggilan senat AS

Nama Chew, mencuat di kalangan internasional setelah dia hadir memenuhi undangan parlemen Amerika Serikat (AS) pada Kamis (23/3) untuk mengklarifikasi tuduhan bahaya TikTok terhadap keamanan nasional AS.

Baca juga: CEO TikTok Jawab Tudingan Parlemen AS mengenai Bahaya TikTok bagi Kemanan Nasional

Pada saat itu, dia menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi tekanan dari parlemen AS sebagai veteran Angkatan Darat Singapura dan lulusan sekolah bisnis Harvard.

Sebagai orang yang memiliki karir cemerlang dan menempati posisi CEO di TikTok, Chew ditaksir memiliki harta kekayaan sebesar $ 200 juta, atau sekitar Rp 3 triliun. Namun berapa nilai kekayaan bersih Chew, tak diketahui secara persis.

Chew mengakui bahwa dia menerima gaji dari TikTok tanpa menyebutkan jumlah yang dia terima, dan dia juga menyebut berpartisipasi dalam kompensasi berbasis saham di ByteDance (perusahaan induk TikTok).

Shou Zi Chew dan istrinya Vivian Kao berfoto di versi halaman alumni Harvard Business School miliknya. (web.archive)

Chew menikah dengan eksekutif perusahaan investasi Vivian Kao, yang ditemuinya di Universitas Harvard, dan mereka dikarunia dua orang anak.

Meski berstatus sebagai petinggi di TikTok, Chew hingga kini masih menjadi anggota tentara cadangan di negara kota Singapura.

(PNC/BBS)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Waspada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Pj Bupati Inhil
CEO TikTok Jawab Tudingan Parlemen AS mengenai Bahaya TikTok bagi Kemanan Nasional
Bos Facebook Jadikan 2023 sebagai Tahun Efisiensi dengan Rencanakan PHK  10.000 Karyawan
Bikin Kecanduan, TikTok akan Batasi Waktu Penayangan untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun
Untuk Keamanan Siber, Uni Eropa Larang Sementara Karyawan Miliki Aplikasi TikTok
Irlandia Denda Perusahaan induk Facebook Meta Rp 6.4 Triliun
komentar
beritaTerbaru