CHENNAI, Pesisirnews.com - Jika semua berjalan lancar, maka dalam hitungan mundur dari sekarang, India akan melakukan peluncuran roket luar angkasa miliknya, Sabtu (7/11/2020) malam.
Seorang pejabat senior Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) kepada IANS mengatakan roket Polar Satellite Launch Vehicle (PSLV-C49) akan bergerak pada Sabtu (7/11/2020) malam dari pelabuhan roket Sriharikota.
Roket tersebut akan membawa 10 satelit yang diharapkan lepas landas pada pukul 3.02 dini hari waktu setempat.
Baca Juga:
Sembilan satelit asing yang akan diluncurkan tersebut berasal dari: Lithuania (demonstran 1-teknologi), Luksemburg (4 satelit aplikasi maritim oleh Kleos Space) dan AS (4 satelit penginderaan jauh multi-misi-Lemur).
Muatan utama roket adalah satelit pencitraan radar India EOS-01, sebelumnya RISAT-2BR2 dengan radar apertur sintetis (SAR) yang dapat mengambil gambar dalam segala kondisi cuaca.
Baca Juga:
Satelit tersebut dapat mengambil gambar siang dan malam dan akan berguna untuk pengawasan, serta kegiatan sipil.
[br]
Badan antariksa India memproyeksi dapat mengangkut total 328 satelit milik negara lain sejak pertama kali diluncurkan.
Proyek membawa satelit milik negara lain menggunakan roket luar angkasa milik India dimulai pada tahun 1999, ketika India untuk pertama kalinya meluncurkan satelit Kitsat-3 milik Korea Selatan seberat 107 kg dan DLR-Tubsat 45 kg milik Jerman.
Sejak itu, selama dua dekade berikutnya, India telah meluncurkan 319 satelit asing, termasuk satu satelit Cina.
ISRO juga menciptakan rekor dunia dalam meluncurkan jumlah satelit terbesar sebanyak 104 satelit dimana 101 di antaranya adalah satelit milik negara lain dalam satu roket PSLV pada 15 Febuari 2017.
Sebagian besar satelit asing yang dilontarkan oleh roket ISRO adalah yang kecil, satelit asing terberat yang pernah ditempatkan di orbit pada tahun 2015 adalah tiga satelit Inggris UK-DMC 3A, 3B dan 3C masing-masing dengan berat 447 kg.
[br]
Menteri Serikat Pekerja di Departemen Luar Angkasa dan Departemen Energi Atom Jitendra Singh menyampaikan, India telah menandatangani kontrak dengan 10 negara yaitu: AS, Inggris, Jerman, Kanada, Singapura, Belanda, Jepang, Malaysia, Aljazair, dan Prancis dalam lima tahun terakhir hingga Desember 2019 lalu.
Kini ISRO juga sedang membangun roket kecil Small Satellite Launch Vehicle (SSLV) untuk meluncurkan satelit yang beratnya mencapai 500 kg.
Sementara dua perusahaan antariksa India lainnya yakni Skyroot Aerospace dan Agnikul Cosmos Pvt Ltd juga sedang dalam proses pengembangan roket kecil Vikram (kapasitas muatan 300 kg) dan Agnibaan (kapasitas muatan 100kg).
Menurut pemerintah India, ISRO selama lima tahun terakhir telah meluncurkan satelit dari 26 negara dan memperoleh pendapatan Rs 1.245,17 crore atau lebih dari Rp 230 triliun rupiah.
Sumber: (menafn.com)