BAGANBATU, PESISIRNEWS.COM - Baru masyarakat Rokan Hilir melihat mewahnya
mobil dinas dari 41 anggota DPRD nya, tetapi siapa sangka, masyarakat
Rohil juga dikejutkan dengan adanya dua anak yang menderita gizi buruk.
Tak tanggung tanggung, mobil mewah itu berjenis Toyota New
Fortuner TRD Sportivo 2.5 M/T Diesel yang dibandrol seharga Rp
453.300.000 juta untuk 41 anggota DPRD Rohil.
" Ini jenisnya Sportivo bang," ujar salah satu anggota DPRD Rohil saat bincang - bincang dengan wartawan baru baru ini.
Baca Juga:
Berarti, sebesar 18,5 Miliar lebih dana APBD Rohil
dikucurkan untuk wakil rakyat itu, namun sayang, ternyata dibalik
kemewahan wakil rakyat itu ada dua rakyat yang menderita gizi buruk.
Dia adalah dua kakak beradik, Lasmi (5) dan Laila (9) asal
Teluk Pulai Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rohil. Untuk pengobatan
awalnya, dibutuhkan waktu enam pekan paling cepat.
Baca Juga:
Perawatan dilakukan di Ruang Flamboyan sejak Senin (19/10) dan sudah mendapat penanganan yang baik dari pihak rumah sakit.
dr. Suratmin, SpA yang menangani kedua pasien itu
menjelaskan, Selasa (20/10) diruang kerjanya, dua pasien itu sudah
dipastikan menderita gizi buruk, yang butuh perawatan lama.
"Jelas gizi buruk, jadi perawatan gizi buruk itu memang
lama, biasanya paling cepat itu enam minggu. Jadi hari pertama hari
kedua, ada namanya fase stabilisasi, hari ketiga sampai hari ke-14 itu
ada namanya fase transisi, perbaikan, terus nanti, 14 sampai minggu ke-6
itu namanya fase stabilisasi, distabilkan dia disitu. Terus minggu ke-6
sampai seterusnya, itu baru fase rehabilitasi, sudah sembuh dia, kita
perbaiki. Kompleks, kalau gizi buruk itu kompleks, tak satu yang kita
perbaiki, banyak kita perbaiki," ujarnya.
Menanggapi itu, ketua DPC Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
Penjara ( Pemantau Kinerja Aparatur Negara ) Rokan Hilir, Ahmad
Saipuddin Harahap.
Menurutnya, itu salah satu bukti lemahnya kinerja anggota
DPRD Rohil, terutama untuk dapil dimana anak penderita gizi buruk itu
tinggal.
" Proses dideritanya gizi buruk itu cukup lama, kan ada wakil rakyat yang mewakili daerah itu, kemana aja dia," ujarnya kesal.
" Harusnya, anggota dewan itu malu, didalam mobil itu ada
hak anak penderita gizi buruk itu, apa tidak malu itu anggota DPRD kita
menaikinya," sindirnya.
Menurutnya, ini adalah tamparan berat bagi wakil rakyat,
sebab dibalik kemewahan wakil rakyat masih ada penderita gizi buruk yang
lekang dari pantauan.
" Miris saya lihatnya, katanya kita kaya, APBD 2 triliun lebih, tetapi masih ada yang kena gizi buruk," tukasnya.
" Jika anggota DPRD Rohil tidak mampu memperjuangkan
pengobatan anak penderita gizi buruk tersebut, artinya mereka hanya
mampu menari diatas penderitaan rakyat yang sudah dipercayakan kepada
mereka," pungkasnya. (Sam)
.
Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINI