Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Dibalik Kemewahan Wakil Rakyat Masih Ada Penderita Gizi Buruk

- Senin, 26 Oktober 2015 17:48 WIB
789 view
Dibalik Kemewahan Wakil Rakyat Masih Ada Penderita Gizi Buruk
photo: Atas : Mobil dinas DPRD Rohil jenis Toyota New Fortuner TRD Sportivo. Bawah : Dua anak penderita gizi buruk saat dirawat di RSUD Pratomo Bagan Siapiapi

BAGANBATU, PESISIRNEWS.COM - Baru masyarakat Rokan Hilir melihat mewahnya mobil dinas dari 41 anggota DPRD nya, tetapi siapa sangka, masyarakat Rohil juga dikejutkan dengan adanya dua anak yang menderita gizi buruk.

Tak tanggung tanggung, mobil mewah itu berjenis Toyota New Fortuner TRD Sportivo 2.5 M/T Diesel yang dibandrol seharga Rp 453.300.000 juta untuk 41 anggota DPRD Rohil.

" Ini jenisnya Sportivo bang," ujar salah satu anggota DPRD Rohil saat bincang - bincang dengan wartawan baru baru ini.

Baca Juga:

Berarti, sebesar 18,5 Miliar lebih  dana APBD Rohil dikucurkan untuk wakil rakyat itu, namun sayang, ternyata dibalik kemewahan wakil rakyat itu ada dua rakyat yang menderita gizi buruk.

Dia adalah  dua kakak beradik, Lasmi (5) dan Laila (9) asal Teluk Pulai Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rohil. Untuk pengobatan awalnya, dibutuhkan waktu enam pekan paling cepat.

Baca Juga:

Perawatan dilakukan di Ruang Flamboyan sejak Senin (19/10) dan sudah mendapat penanganan yang baik dari pihak rumah sakit.

dr. Suratmin, SpA yang menangani kedua pasien itu menjelaskan, Selasa (20/10) diruang kerjanya, dua pasien itu sudah dipastikan menderita gizi buruk, yang butuh perawatan lama.

"Jelas gizi buruk, jadi perawatan gizi buruk itu memang lama, biasanya paling cepat itu enam minggu. Jadi hari pertama hari kedua, ada namanya fase stabilisasi, hari ketiga sampai hari ke-14 itu ada namanya fase transisi, perbaikan, terus nanti, 14 sampai minggu ke-6 itu namanya fase stabilisasi, distabilkan dia disitu. Terus minggu ke-6 sampai seterusnya, itu baru fase rehabilitasi, sudah sembuh dia, kita perbaiki. Kompleks, kalau gizi buruk itu kompleks, tak satu yang kita perbaiki, banyak kita perbaiki," ujarnya. 

Menanggapi itu, ketua DPC Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara ( Pemantau Kinerja Aparatur Negara ) Rokan Hilir, Ahmad Saipuddin Harahap.

Menurutnya, itu salah satu bukti lemahnya kinerja anggota DPRD Rohil, terutama untuk dapil dimana anak penderita gizi buruk itu tinggal.

" Proses dideritanya gizi buruk itu cukup lama, kan ada wakil rakyat yang mewakili daerah itu, kemana aja dia," ujarnya kesal.

" Harusnya, anggota dewan itu malu, didalam mobil itu ada hak anak penderita gizi buruk itu, apa tidak malu itu anggota DPRD kita menaikinya," sindirnya.

Menurutnya, ini adalah tamparan berat bagi wakil rakyat, sebab dibalik kemewahan wakil rakyat masih ada penderita gizi buruk yang lekang dari pantauan.

" Miris saya lihatnya, katanya kita kaya, APBD 2 triliun lebih, tetapi masih ada yang kena gizi buruk," tukasnya.

" Jika anggota DPRD Rohil tidak mampu memperjuangkan pengobatan anak penderita gizi buruk tersebut, artinya mereka hanya mampu menari diatas penderitaan rakyat yang sudah dipercayakan kepada mereka," pungkasnya. (Sam)

.
Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINI

SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru