Rabu, 17 Juni 2026 WIB

Kepala Dinsos Dumai Diduga Telantarkan Pasien Gangguan Jiwa

- Kamis, 09 April 2015 16:54 WIB
831 view
Kepala Dinsos Dumai Diduga Telantarkan Pasien Gangguan Jiwa
illustrasi
DUMAI, PESISIRNEWS.COM - Orang tua penderita gangguan jiwa mengeluhkan kondisi anaknya yang tak kunjung diberangkatkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Dumai. Padahal persyaratan 4 (empat) pasien penderita gangguan jiwa yang dibutuhkan Dinsos sudah dipenuhi pihak keluarga jauh-jauh hari.

Hal itu disampaikan salah satu orang tua penderita gangguan jiwa, Jekson, Kamis (9/4/2015). Ia mengatakan, Dinsos diduga sengaja menelantarkan anaknya karena sampai saat ini dirinya dan keluarga masih menunggu jadwal keberangkatan. "Saya gak tau apa yang menjadi kendala dari Dinsos," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Ikhsan menuturkan, berkas keberangkatan  empat pasien gangguan jiwa sudah diteken oleh Kepala Dinsos. Namun, sejauh ini terkendala anggaran.

"Surat keberangkatan ke RSJ Tampan Pekanbaru memang sudah diteken oleh Kadis, namun sayangnya, biaya menuju ketempat tujuan hingga saat ini belum juga dikondisikan oleh pimpinan," keluh Kabid Rehabilitas Ikhsan.

Seharusnya, dikatakan Ikhsan, harus ada kebijakan tegas yang diambil Kadis agar mereka dapat segera dikirim ke RSJ. Apalagi, beberapa dari mereka sudah masuk pada ketegori berbahaya jika tidak mendapat penanganan serius. "Akan tambah berbahaya jika dibiarkan. Karena satu diantara empat pasien pernah membakar tempat tidur rumahnya," tutur Ikhsan.

Sebelumnya, ia pernah menyampaikan kepada Kepala Dinas agar secepatnya merespon pasien gangguan jiwa. "Hal ini juga sudah saya sampikan kepada Kadis, namun tetap saja tak diberi tanggapan atau respon yang baik, bahkan hingga sekarang," keluhnya.

Maka dari itu, kata Ikhsan, selama kurang lebih dua minggu, salah satu penderita tesebut telah diinapkan di Rumah Singgah milik Dinas Sosial, dan apabila hal tersebut terus dibiarkan, tentynya dapat mengancam dan membahayakan keselamatan sang penderita bahkan orang lain.

"Kondisi seperti ini sebenarnya sering terjadi, tapi tak pernah ditanggapi serius oleh Kadis. Bahkan saya pun pernah berkorban dengan memakai uang pribadi untuk mengantarkan pasien penderita gangguan jiwa ke RSJ, karena tidak adanya kepedulian Pimpinan tentang ini," paparnya.

Mengenai biaya, dikatakannya, biasanya Pemerintah Daerah melalui Dinsos menanggung biaya persatu orangnya adalah sebesar Rp2.000.000, khususnya untuk keluarga kurang mampu.

"Pada intinya, saya merasa kecewa dengan sikap pimpinan seperti ini karena tidak memberi respon baik maupun tegas, padahal seharusnya pimpinan tersebut dapat mengkondisikan biaya untuk ini. Apalagi selama ini saya rasa, saya sebagai Kepala Bidang Rehabilitasi sudah bekerja semaksimal mungkin, serta memberi pelayanan terbaik kemasyarakat," pungkasnya.

Tak hanya Ikhsan, ketidaktanggapan Kadis juga dikeluhkan oleh orangtua kandung dari Sutrisno, yang mana sebelumnya beliau telah bertemu langsung dengan Kadis, tetapi malah diarahkan agar anak ini dirujuk ke Puskesmas, sementara tingkah laku anak tersebut sudah sangat membahayakan, karena telah sempat membakar tempat tidurnya sendiri.

"Oleh karena itu saya sangat bingung menghadapi sikap Kadis saat ini yang seperti tidak tanggap atau tidak peduli, jadi mau tidak mau terpaksa anak saya mengendap dirumah singgah Dinsos selama kurang lebih dua pekan terakhir. Padahal semua berkas sudah dipersiapkan, cuma tinggal berangkat saja, tetapi anggaran untuk memberangkatkannya tersebut yang tidak ada. Sementara nau pakai uang sendiri, saya adalah orang yang tidak punya," keluhnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Sosial Chairuddin Adnan ketika ditemui melemparkan permasalahan ini kepada Kabid Rehabilitasi. "Apapun yang dikatakan dia, tulis saja," tutupnya tanpa panjang lebar. (via)

SHARE:
beritaTerkait
HUT Bhayangkara ke-80, Polsek KSKP Tembilahan Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Turnamen Domino
Kapolsek Kemuning Cup I Tahun 2026 Resmi Dibuka, Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80
Finalis Bujang Dara Indragiri Hilir (Inhil) Tahun 2026, menyambangi Dewan Kerajinan Nasional Daerah
Bupati Inhil Dorong ASN BerAKHLAK Berorientasi Kinerja, Apresiasi OPD Berprestasi dalam Pelayanan Publik
Bupati Inhil Dorong Pengembangan Karier Berbasis Kompetensi
Abrasi di Kelurahan Enok, Empat Rumah Warga Terdampak
komentar
beritaTerbaru