Sabtu, 02 Mei 2026 WIB

3 Warga Padang Sidimpuan Meninggal Dunia Diterjang Banjir Bandang

- Senin, 27 Maret 2017 07:49 WIB
1.016 view
3 Warga Padang Sidimpuan Meninggal Dunia Diterjang Banjir Bandang
Ilustrasi
PESISIRNEWS.COM, PADANGSIDIMPUAN - Tiga warga di Kelurahan Lubuk Raya, Lingkungan 2, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda daerah tersebut, Ahad 26 Maret 2017.

Korban meninggal yakni Sahriana Situmorang (45), Rafiah Sarumpaet (8), Sakinah Sarumpaet (10). Sementara ada satu orang bernama Saikun Sarumpaet hingga berita ini ditulis belum ditemukan.

Ketiga korban yang tewas dan hilang merupakan satu keluarga. Menurut informasi yang diperoleh dari masyarakat, peristiwa terjadi ketika Sahrian bersama empat anaknya sedang duduk-duduk di pondok di sawahnya. Ketika itu hujan lebat melanda wilayah tersebut.

Selang beberapa jam setelah hujan turun, tiba-tiba banjir bandang yang berasal dari Sungai Sipogas langsung menyeret ibu dan anak itu.

"Memang ada korban tewas akibat banjir bandang tersebut," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padangsidimpuan, Hairul Harahap ketika dihubungi melalui telepon selulernya.

Menurut dia, korban tewas akibat diseret banjir bandang yang melanda di kawasan tersebut. Banjir terjadi akibat meluapnya sungai yang berada di kampung tersebut.

Tim BPBD Kota Padangsidimpuan masih melakukan pencarian terhadap satu korban yang hilang. Dia mengatakan, banjir juga merusak puluhan rumah warga di sejumlah wilayah Kota Padangsidimpuan. Sembilan rumah warga dipastikan hanyut.

(sindonews.com)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
GEMPAR Geruduk Kantor Bupati Indragiri Hilir  Ini Tuntutannya
Longsor Di Parit 5 Tembilahan Hulu 8 Rumah Penduduk dan Kos Kosan Amblas
Indonesia akan Mengirimkan Bantuan Tambahan ke Turki-Suriah
Ditengah Duka Gempa Turki-Suriah, 53 Orang Tewas Diberondong Peluru ISIS di Suriah
6 Hari Terkubur di Reruntuhan Bangunan, Tiga Korban Gempa Turki Ditemukan Selamat
Gempa Turki-Suriah Tewaskan Lebih dari 4000 Orang, Tawaran Bantuan Mulai Berdatangan
komentar
beritaTerbaru