Jumat, 12 Juni 2026 WIB

Mari Menjadi Si Buta

Penulis: Priskila Prima Hevina
- Jumat, 26 September 2014 13:43 WIB
829 view
Mari Menjadi Si Buta
Foto:www.azkazone.com
Fokuslah hanya Tuhan dan butakan diri dari Si Jahat, niscaya hidup kita akan jauh lebih bermakna.

”Mother, if I had a choice, I would still chose to remain blind. For when I die, the first face I will ever see will be the face of my blessed Saviour.”Demikianlah kalimat yang keluar dari bibir Frances Jane Crosby kepada ibunya. Ia, penulis kidung rohani asal Amerika Serikat, dikenal dengan nama Fanny J. Crosby.

Sepanjang 95 tahun perjalanan hidupnya, ada lebih dari 8.000 kidung yang diciptakannya. Beberapa karyanya menjadi kesukaan banyak orang, di antaranya: Pass Me Not, O Gentle Saviour; Blessed Assurance; I Am Thine, O Lord; dan All the Way My Saviour Leads Me. Dan semuanya itu diciptakan dalam keadaan buta.

Fanny lahir dalam keadaan mata normal, kebutaannya merupakan akibat malapraktik dokter. Ketika orang bertanya mengenai perasaannya terhadap dokter tersebut, Fanny menjawab, ”Saya sudah memaafkannya bertahun-tahun lampau.”

Dalam kondisi yang tak pernah mampu menyaksikan warna dan rupa-rupa dunia, ia tak patah arang. Boleh jadi matanya tak berfungsi. Tetapi Tuhan memberikan karunia lain: telinga yang mampu menangkap nada, mulut yang mampu bertutur, pikiran yang mampu merangkai syair, dan terutama hati untuk tetap beriman. Dan Fanny mengembangkan karunia itu dengan sebaik-baiknya.

Mengingat Fanny Crosby, saya teringat adik kelas mahasiswa baru di kampus pada tahun 2010 yang juga tuna netra. Oleh panitia Ospek, saya diminta secara khusus untuk membantunya. Tetapi, ketika saya berhadapan langsung dengannya, saya merasa dia tidak perlu bantuan. Ia mandiri menangani keperluannya. Jadi, pada akhirnya yang saya lakukan adalah sibuk terkagum-kagum pada kemandiriannya.

Berhari-hari saya larut, terpana, pada sosok tunanetra. Sampai pada titik puncaknya, saya mengambil kesimpulan, sepertinya bagus bila semua orang menjadi buta. Bukan buta harfiah. Namun, buta pada sikap intimidasi dari luar maupun dari dalam diri yang asalnya dari Si Jahat. Sebaliknya, buka mata hati dan mata jiwa lebar-lebar.

Dari dua macam mata ini, terlihat jelas sosok Tuhan yang selalu ada bersama kita, plus segala bonus berkat yang lebih dari dugaan kita. Fokuslah hanya Tuhan dan butakan diri dari Si Jahat, niscaya hidup kita akan jauh lebih bermakna.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Terima Laporan Hasil Pemeriksaan BPK, Kementan Raih Opini WTP 6 Tahun Berturut-turut
Workshop Public Relations: Kekuatan Opini Publik dan Dampak pada Citra Institusi
Desakan Praktisi Hukum yang Meminta Kapolres Rohil Dicopot Merupakan Penilaian Subyektif
Menjadi Wartawan yang Tahan Terhadap Godaan
Gairah Ilmu, Harapan Mendulang Masa Depan
Gubernur Anies:Massa 212 Lebih Banyak Daripada Massa menyambut Tahun Baru 2018,Tapi Sampahnya Sedikit
komentar
beritaTerbaru