Selasa, 23 Juli 2024 WIB

Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Indonesia Tunggu Sanksi Apa yang Bakal Diputus FIFA

- Kamis, 30 Maret 2023 14:02 WIB
1.290 view
Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Indonesia Tunggu Sanksi Apa yang Bakal Diputus FIFA
Logo Piala Dunia U-20 2023 yang tadinya akan digelar di Indonesia dan dibatalkan FIFA. (FIFA)

JAKARTA (Pesisirnews.com) - Indonesia resmi batal menjadi tuan rumah piala dunia U-20. Keputusan ini dinyatakan asosiasi sepak bola dunia, FIFA, Rabu (29/3/2023) malam.

Pernyataan pembatalan pun terpampang di situs federasi. Ini setelah pertemuan antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir di Doha, Qatar.

Seperti diketahui, rumor pembatalan muncul saat FIFA membatalkan drawing Piala Dunia U-2023 di Denpasara Bali, pada 31 Maret mendatang.

Baca Juga:

Pembatalan ini disinyalir berkaitan erat dengan penolakan terhadap tim nasional (Timnas) Israel yang juga menjadi peserta. Israel sendiri menjadi runner up Grup B Piala Eropa U-19 2022. Ini setelah Serbia kalah 2-3 dari Austria pada 25 Juni 2022 lalu.

Dalam pernyataan mereka, FIFA membeberkan alasan mengapa akhirnya mencopot status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dari Indonesia.

Baca Juga:

FIFA mengatakan mencoret Indonesia karena "situasi terkini", tetapi tidak menjelaskan secara detail dengan apa yang mereka maksudkan.

Dalam rilis itu, FIFA juga menyebut terkait Tragedi Kanjuruhan yang terjadi Oktober 2022, juga kemungkinan sanksi yang bakal diterima Indonesia.

Dalam persoalan ini, FIFA meninta Indonesia fokus mereformasi sepak bola di dalam negeri setelah Tragedi Kanjuruhan.

"Potensi sanksi terhadap PSSI juga dapat diputuskan pada tahap selanjutnya. FIFA ingin menggarisbawahi bahwa terlepas dari keputusan tersebut, tetap berkomitmen untuk aktif membantu PSSI, bekerja sama erat dan dengan dukungan pemerintahan Presiden Widodo, dalam proses transformasi sepak bola Indonesia pascatragedi yang terjadi pada Oktober 2022," ungkap FIFA dalam keterangannya.

[br]

Sementara itu, Erick Thohir juga memberi pernyataan pers. Dia mengaku sudah berjuang maksimal.

"Saya sudah berjuang maksimal," tegasnya kepada awak media.

"Setelah menyampaikan surat dari Presiden Jokowi, dan berbicara panjang dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, kita harus menerima keputusan FIFA yang membatalkan penyelenggaraan event yang kita sama-sama nantikan itu," ujar Erick.

Dia menambahkan, keputusan yang merupakan kewenangan FIFA sebagai lembaga tertinggi sepakbola dunia dengan 211 anggota. Jadi, tidak bisa ditolak lagi.

"Indonesia adalah salah satu anggota FIFA, sehingga untuk urusan sepakbola internasional, kita harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan," jelasnya.

"Meskipun saya tadi sudah menyampaikan segala hal kepada Gianni, apa yang dititipkan presiden, pecinta sepakbola, anak-anak timnas U-20, dan juga suporter setia sepakbola, tapi karena kita anggotanya, dan FIFA menilai situasi saat ini tidak bisa dilanjutkan penyelenggaraannya, maka kita harus tunduk," katanya seusai menemui bos FIFA di Doha, Qatar.

Adapun publik pecinta sepakbola di Tanah Air berharap FIFA tidak menjatuhkan sanksi berat terhadap Indonesia karena hal itu dapat membuat masa depan persepakbolaan nasional akan bertambah suram.

(PNC/BBS)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Skenario Timnas Indonesia Lolos ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Ketum PSSI Erick Thohir Ucap Syukur FIFA Jatuhkan Sanksi Ringan ke PSSI
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden FIFA Gianni Infantino
Ada Apa Menteri BUMN Bertemu Presiden FIFA? Simak Infonya
Lihat Antusias Masyarakat Tinggi, Bupati Inhil Janjikan Selensen Jadi Tuan Rumah Bupati Cup 2023
Masuk Final, Timnas Indonesia Hadapi Thailand di Ajang APG 2022 yang Berlangsung Jumat
komentar
beritaTerbaru