KATMANDU, PESISIRNEWS.COM - Kekurangan bahan bakar memaksa perusahaan penerbangan swasta Nepal menghentikan penerbangan dalam negeri hingga minggu depan, Jumat (6/11/2015). Keputusan itu diambil seiring ulah pengunjuk rasa menutup pos pemeriksaan utama di berbatasan India.
Puluhan truk terdampar di persimpangan di kota Birgunj di bagian selatan hampir enam pekan. Akibatnya pasokan bahan bakar di negara tersebut terbatas.
"Kami tidak memiliki cukup ATF (bahan bakar) untuk pesawat. Jika tidak mendapat pasokan dalam beberapa hari mendatang, kami tidak akan mampu memasok maskapai penerbangan swasta dalam negeri," kata Mukunda Ghimire, juru bicara di perusahaan minyak milik negara Nepal.
"Mereka mungkin harus berhenti terbang sejak Minggu," kata Ghimire. Ada enam penerbangan domestik di Nepal, termasuk perusahaan penerbangan negara, Nepal Airlines."
Ghimire mengatakan para pejabat sedang menunggu pasokan setelah meminta Nepal Airlines menerbangkan bahan bakar dari Kota Kolkata di India.
Nepal telah menghadapi kekurangan bahan bakar yang melumpuhkan sejak 24 September, ketika demonstran dari etnis minoritas Madhesi melakukan blokade di hub perdagangan Birgunj, memprotes konstitusi baru negara itu yang mereka katakan akan membuat mereka secara politik terpinggirkan.
Dalam tindakan keras yang memupus harapan terjadinya kompromi antara pemerintah dan demonstran, aparat keamanan Nepal, Senin, membuka blokade selama beberapa jam, yang memicu protes kekerasan dan menyebabkan kematian seorang pria India akibat tembakan polisi.
Pergerakan kargo di pos pemeriksaan perbatasan India lain juga telah melambat secara perlahan, mendorong pemerintah di Kathmandu menuduh New Delhi memaksa sebuah "blokade tidak resmi" untuk menunjukkan ketidakpuasan dengan piagam baru.
"Truk kami terjebak di beberapa pos pemeriksaan dan kami telah melihat penurunan dramatis dalam beberapa hari terakhir, turun ke 15 persen dari gerakan normal," kata Sishir Kumar Dhungana, Direktur Jenderal Departemen Bea Cukai.
"Petugas bea cukai India menolak untuk mengizinkan truk menuju Nepal dan mengatakan pemerintah pusat telah memerintahkan mereka untuk tidak membiarkan kendaraan lewat," kata Dhungana.
New Delhi telah membantah mendorong blokade dan mendesak dialog dengan demonstran Madhesis, yang memiliki budaya, bahasa dan hubungan keluarga dekat dengan India yang tinggal di seberang perbatasan.
Krisis telah memperburuk hubungan regional dan telah mendorong Nepal untuk menandatangani perjanjian pasokan bahan bakar untuk pertama kalinya dengan Tiongkok pekan lalu, mengakhiri monopoli selama puluhan tahun oleh India.
Undang-undang dasar itu, yang pertama disusun oleh wakil terpilih, untuk memastikan perdamaian dan memperkuat peralihan Nepal menjadi republik demokratis setelah puluhan tahun kegoyahan politik dan 10 tahun pemberontakan Maois.
Tapi konstitusi itu telah menimbulkan kekerasan mematikan dengan lebih dari 40 orang tewas dalam bentrokan polisi dengan pengunjuk rasa.
(*)Sumber: Bisnis.com