Senin, 20 April 2026 WIB

KBRI Damaskus Akui Sulit Deteksi WNI Gabung ISIS

- Selasa, 10 Maret 2015 17:13 WIB
740 view
KBRI Damaskus Akui Sulit Deteksi WNI Gabung ISIS
Net
PESISIRNEWS.com - Kepala Bagian Politik Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus, Suriah, Didi Wahyudi, menyatakan WNI atau warga asing yang menyeberang ke Suriah sulit terdeteksi pemerintahnya masing-masing. Hal tersebut terjadi lantaran tidak adanya penjaga di wilayah perbatasan Suriah dengan Turki.

Selain itu, aturan visa yang kini kacau balau selama Suriah mengalami perang memudahkan organisasi teror merekrut warga asing. Celah paling besar, menurut Didi, adalah melalui Turki.

"Gampangnya para warga asing termasuk WNI masuk ke Suriah lewat Turki karena tidak ada yang menjaga di perbatasan. Hal ini membuat mereka tidak dapat terdeteksi," kata Didi ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (10/3/2015).

Sementara itu, pihak KBRI Damaskus sendiri mengaku belum mengetahui adanya 15 orang yang ditangkap penjaga perbatasan Turki-Suriah dua hari lalu, lantaran hendak bergabung Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).

Didi mengungkapkan, ada tiga kemungkinan kelompok radikal yang diincar para warga asing termasuk WNI bila menyusup ke Suriah. "Mereka ingin bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Jabal Al-Nusra, dan kelompok pemberontak radikal lainnya di sana," tuturnya.

Sebelumnya, sumber merdeka.com di pemerintah menyatakan ada kejadian baru upaya WNI menyusup di perbatasan Turki-Suriah untuk bergabung dengan ISIS. KJRI Istambul kini menerima 15 perempuan asal Tanah Air yang diserahkan Otoritas Turki, karena terbukti akan berjuang bersama khilafah Islamiyah.

"Sebenarnya ada 16 orang, namun yang satu berhasil menyeberang ke (Suriah)," kata sumber tersebut.

Satu orang yang lolos itu berjenis kelamin lelaki. Dia diduga pemandu 15 perempuan ini untuk menyeberang ke Suriah.

Kejadian ini menjadi pukulan berturut-turut pada pemerintah RI, karena WNI dalam jumlah besar dengan mudah direkrut oleh jaringan teror.

Pekan lalu, 16 WNI dinyatakan hilang saat melancong ke Turki. Mereka ke Turki memakai visa turis, lalu berpisah dari rombongannya. Hilangnya 16 WNI tersebut merupakan kejadian pertama sepanjang sejarah republik. BIN menduga rombongan ini bergabung dengan ISIS melalui perbatasan Turki. ***


Sumber:
Merdeka.com
Editor:
Ndo

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wanita Inggris yang Bergabung dengan ISIS Kehilangan Banding atas Pencabutan Kewarganegaraan
Pusat Studi HAM Nairobi: Serangan Militan Al Shabaab Meningkat, Ratusan Korban Tewas
Ditengah Duka Gempa Turki-Suriah, 53 Orang Tewas Diberondong Peluru ISIS di Suriah
BMKG: Gelombang 1,25 hingga 2,5 Meter Berpeluang Terjadi, Masyarakat Pesisir Diminta Waspada
Perang Ukraina dan Krisis Utang di Negara-negara Berkembang yang Makin Mengkhawatirkan
Pimpinan Khilafatul Muslimin Dunia yang Bermarkas di Lampung Ditangkap Polda Metro Jaya
komentar
beritaTerbaru