Kamis, 21 Mei 2026 WIB

Tiga Pondok Warga di Kebun Desa Kota Garo Rusak Diremuk Gajah Liar

- Kamis, 03 Februari 2022 09:58 WIB
1.392 view
Tiga Pondok Warga di Kebun Desa Kota Garo Rusak Diremuk Gajah Liar
Salah satu pondok warga yang dirusak gajah liar. (Foto: ANTARA/HO-BBKSDA Riau)

TAPUNG HILIR, Pesisirnews.com - Tiga rumah pondok warga di kebun di Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar mengalami kerusakan disebabkan Gajah liar Selasa (1/2).

Dari ketiga pondok tersebut, salah seorang pemiliknya bernama Yono tengah berada di lokasi. Saat mengetahui ada kawanan gajah mendekat, ia dan istrinya segera melarikan diri.

Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Dalam (BBKSDA) Riau M. Mahfud mengatakan diduga bahwa gajah tersebut tengah menggaram.

Baca Juga:

Menggaram atau salt lick adalah saat Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) mencari garam mineral saat mencari pakan.

Gajah akan menunjukkan perilaku mencari garam-garam mineral untuk kebutuhan metabolisme tubuhnya.

Baca Juga:

"Biasanya garam mineral mereka dapatkan dari bekas arang yang sudah ada di tanah. Karena itu mereka nyari di pondok," sebut Mahfud.

Mahfud melanjutkan dari pantauan GPS collar, pergerakan gajah masih berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura).

"Dari Kota Garo, gajah ini mengarah ke Sungai Takuana lalu kembali lagi ke wilayah awal," ucapnya.

Lanjutnya, lokasi ini berjarak 30 menit dari kejadian warga yang terinjak gajah beberapa waktu lalu, Kamis (27/1).

"Diduga gajah ini masih remaja. Kemungkinan gajah yang sama dengan kasus yang lalu belum bisa dipastikan," jelas Mahfud.

[br]

Terkait hancurnya rumah pondok warga, BBKSDA Riau sendiri telah berbincang-bincang dengan pemilik pondok dan menjelaskan tak bisa 100 persen menyalahkan gajah dalam perkara ini karena memang habitatnya di sana.

"Kami akan berupaya mensosialisasikan untuk membentuk masyarakat yang peduli dengan gajah," sebutnya.

Mahfud menambahkan timnya akan berupaya melakukan penggiringan secara manual terhadap gajah-gajah liar ini dengan menggunakan bunyi-bunyian.

"Jika upaya ini tidak berhasil mendesak gajah kembali lagi ke Tahura, maka kami akan lakukan penggiringan dengan gajah jinak," pungkasnya. (PNC/ANTARA)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kasus Anak Gajah Mati di TNTN, Ditreskrimsus Polda Riau Tetapkan Pemilik Lahan sebagai Tersangka
Anak Gajah Ditemukan Mati di Tesso Nilo, Kapolda Riau Turun ke Lokasi
Gubri Syamsuar Kasih Rp 13,2 M untuk Jalan Rusak, Pj Walikota Pekanbaru Ucapkan Terima Kasih
Kadis PUPR-PKPP Riau: Kondisi Jalan di 3 Kabupaten Riau Alami Kerusakan Berat akibat Odol
Prihatin Kondisi Jalan Rusak, Warga Sindir Pemkab, Tanam Kangkung di Jalan Rusak
Ini Beberapa Faktor yang Dapat Menyebabkan Kerusakan pada Otak Anda
komentar
beritaTerbaru