(Pesisirnews.com) - Sistem saraf pusat (SSP) kita terdiri dari otak (salah satu organ terpenting dalam tubuh) dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf kita meluas ke seluruh tubuh dengan sumsum tulang belakang berfungsi sebagai 'jalan raya' utama antara tubuh dan otak yang mengendalikan semuanya.
Kedua organ ini memainkan peran penting dalam memastikan tubuh kita berfungsi dengan baik.
Jadi, seberapa penting SSP kita dan apa yang bisa kita lakukan untuk merawatnya?
Baca Juga:
Dr Hwang Yee Chern dari Asosiasi Pediatrik Malaysia mengungkapkan komponen terpenting dan “pengendali†SSP adalah otak.
“Ini adalah organ kompleks yang melayani banyak peran kunci yang berkaitan dengan fungsi kognitif, berpikir, belajar dan emosi. Ini juga mengontrol tindakan otonom seperti pernapasan dan detak jantung,†ungkapnya dikutip dari thestar.com.my, Sabtu (16/4).
Baca Juga:
Sedangkan sumsum tulang belakang berfungsi sebagai saraf pusat "jalan raya", yang menghubungkan otak dengan seluruh tubuh kita melalui sistem saraf. Ini memungkinkan aliran sinyal dua arah ke dan dari otak (misalnya sensasi dari ujung jari atau jari kaki kita dan reaksi kita terhadap sensasi itu, berkeringat untuk mendinginkan tubuh ketika kita terlalu hangat, dll.).
Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi tubuh jika terjadi kerusakan pada SSP yang berakibat pada kerusakan fisik misalnya jatuh dari tangga, penyakit tertentu yang mempengaruhi otak dan/atau sumsum tulang belakang, dan kelainan bawaan seperti spina bifida cystica atau microcephaly.
[br]
Faktor berbahaya
Tengkorak, tulang belakang, dan meninges kita (jaringan pelindung yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang) melindungi SSP dari cedera eksternal. Namun, mereka rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh patogen yang menembus penghalang darah atau otak.
Jadi, kita harus melindungi dan merawat SSP kita untuk meminimalkan kemungkinan kerusakan. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kerusakan antara lain:
1. Infeksi
Terutama disebabkan oleh bakteri (walaupun terkadang juga virus atau jamur), infeksi SSP berpotensi menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa.
Dibandingkan dengan orang dewasa, sistem kekebalan anak masih belum matang dan lebih rentan terhadap infeksi tersebut. Misalnya, penyakit meningokokus dan pneumokokus dapat menyebabkan meningitis (radang meningen).
Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan epilepsi atau mempengaruhi fungsi otak anak, misalnya memori, konsentrasi, keseimbangan dan/atau koordinasi.
Lebih buruk lagi, jika infeksi menyebar ke bagian tubuh lain, ini dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi darah (septikemia) atau pneumonia.Ini dapat memiliki efek jangka panjang yang menghancurkan pada anak, bahkan setelah mereka pulih.
2. Kerusakan fisik
Kerusakan akibat cedera fisik pada SSP dapat dibagi menjadi trauma benda tumpul dan trauma penetrasi.
Yang pertama disebabkan oleh jatuh atau tertabrak benda (misalnya tertabrak mobil), mengakibatkan gegar otak dan/atau patah tulang.
Yang terakhir ini disebabkan oleh benda yang menembus tengkorak dan/atau badan.
[br]
3. Gizi buruk
Diet sehat sangat penting untuk menyediakan CNS (terutama otak) dengan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan yang tepat.
Kekurangan nutrisi (misalnya zat besi, asam folat atau vitamin) dapat berdampak buruk pada otak, dan mengganggu fungsi dan perkembangan kognitif.
4. Dehidrasi
Tujuh puluh tiga persen struktur otak terbuat dari air. Dehidrasi parah berdampak buruk pada fungsi otak normal, jadi selalu jaga agar tubuh Anda dan anak Anda terhidrasi dengan baik.
5. Kehamilan
Ini adalah periode pertumbuhan kritis bagi janin, dan cacat struktural dapat terjadi jika ada kekurangan nutrisi tertentu.
Misalnya, kekurangan asam folat dapat menyebabkan spina bifida (mempengaruhi sumsum tulang belakang) dan anencephaly (mempengaruhi otak).
Penyakit ibu tertentu (misalnya rubella, herpes dan zika) yang terjadi selama kehamilan juga dapat menyebabkan mikrosefali pada janin, di mana kepala lebih kecil dari biasanya.
[br]
Mencegah bahaya
Banyak dari bahaya di atas dapat dicegah, sehingga Anda dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat.
Misalnya, luangkan waktu untuk melindungi rumah Anda dengan benar, selalu awasi bayi dan balita, dan buat area berbahaya seperti balkon tidak dapat diakses.
Ini akan sangat meminimalkan bahaya jatuh yang tidak disengaja dan kemungkinan anak-anak muda secara tidak sengaja menarik benda berat ke atas diri mereka sendiri saat mereka menjelajahi lingkungan mereka.
Dalam kasus infeksi meningokokus dan pneumokokus, taruhan terbaik Anda adalah memvaksinasi anak Anda. Pada saat yang sama, semua orang dewasa (termasuk orang tua) harus mempertimbangkan untuk mendapatkan vaksinasi juga.
Ini tidak hanya untuk mencegah mereka dari penyakit, tetapi juga untuk menghentikan mereka dari menjadi pembawa tanpa disadari dan menyebarkan bakteri ke orang lain.
SSP tidak dapat diganti dan tidak ada pilihan transplantasi
Kerusakan bisa parah dan permanen, dengan efek jangka panjang pada kehidupan secara fisik, mental dan emosional jika SSP Anda mengalami kerusakan. Jadi jangan anggap remeh dan selalu jaga diri dan anak-anak Anda dari bahaya kerusakan SSP. (PNC)