Polres Inhil Gelar Tes Urine Seluruh Personil Polsek Pulau Kijang: Bukti Integritas Harga Mati
RETEH Bak disambar petir di siang bolong, Polsek Reteh dikejutkan dengan tes urine mendadak yang digelar Polres Indragiri Hilir (Inhil), S
Peristiwa
SWEDIA, Pesisirnews.com - Seorang pria migran Muslim Swedia asal Suriah berusia 30-an di dakwa melanggar hukum karena melakukan sunat kepada sejumlah anak laki-laki di luar ketentuan aturan medis yang berlaku di negara itu.
Dilansir dari portal media Swedia svt NYHETER, Sabtu (14/11/2020), pria yang tidak disebutkan identitasnya itu telah melakukan tindakan medis ilegal selama periode antara April dan Mei 2018 dengan menyunat sembilan anak laki-laki menggunakan pistol solder di Söderhamn dan Gävle.
Pria itu mendapat hukuman percobaan dengan layanan masyarakat selama 180 jam. Jika dia memilih penjara sebagai hukuman, dia akan dijatuhi hukuman delapan bulan. Dia juga harus membayar denda SEK 55.000 [$ 6.380 USD], atau lebih dari Rp 90 juta sebagai ganti rugi, dan tambahan SEK 33.000 [$ 3800 USD], atau lebih dari Rp 53 juta kepada negara bagian.
Baca Juga:
Pada saat yang sama, pria itu dibebaskan dari empat dakwaan penyerangan dan lima dakwaan menyebabkan cedera tubuh. Alasannya, putusan pengadilan menyatakan bahwa tidak terbukti peradangan dalam beberapa kasus berasal dari prosedur sunat yang dilakukan pria itu, dan tidak terbukti bahwa rasa sakit akibat sunat yang sedemikian rupa harus dianggap sebagai pelanggaran.
Aksi pria tersebut terkuak setelah beberapa orang tua menemui dokter dan mengatakan mereka tidak percaya dengan seorang ahli bedah yang melakukan tindakan penyunatan kepada putra mereka.
Baca Juga:
[br]
Setelah dokter menemui beberapa anak yang di sunat oleh pria tersebut, dokter menyimpulkan bahwa penyunatan dilakukan secara sembarangan dan bukan dilakukan oleh dokter bedah sungguhan.
Beberapa anak laki-laki yang diwawancarai merasa sangat kesakitan setelah di sunat sehingga mereka mengalami kesulitan berjalan.
Namun, pria itu membantah kalau dia melakukan tindakan ilegal karena sebelum berimigrasi ke Swedia dia menyatakan bahwa dia memiliki pendidikan kedokteran dari Suriah, dan karenanya dia memiliki izin untuk melakukan sunat.
Menanggapi putusan pengadilan, Jaksa penuntut Elin Källberg, berpikir untuk melakukan banding. Jaksa Källberg sebelumnya menuntut dua tahun penjara untuk pria tersebut.
“Saya akan menerima ini sekarang. Tapi bukan tidak mungkin akan ada banding,†katanya.
Sumber: (svt.se)
RETEH Bak disambar petir di siang bolong, Polsek Reteh dikejutkan dengan tes urine mendadak yang digelar Polres Indragiri Hilir (Inhil), S
Peristiwa
Indragiri Hilir Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Indragiri Hilir berhasil mengungkap kasus tindak pidana perjudian jenis toge
Hukrim
Indragiri Hilir Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika di wilaya
Hukrim
(Pesisirnews.com)Tembilahan Upaya meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Indragiri Hil
Advertorial
Tembilahan Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan dengan cara dibakar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (16/4/
Peristiwa
Indragiri Hilir Dalam upaya menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan razia seren
Hukrim
Tembilahan, (14/4/2026) Program Stimulasi Integrasi Balita Risiko Stunting (SI BESTI) merupakan bagian dari Gerakan Inhil Atasi Stunting
Advertorial
(Pesisirnews.com)Indragiri Hilir Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana na
Hukrim
Indragiri Hilir Masyarakat Desa Sekayan, Kecamatan Kemuning, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolres Indragiri Hi
Artikel
(Pesisirnews.com) TEMBILAHAN Bupati Indragiri Hilir (Inhil) diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Zailani, b
Advertorial