PEKANBARU - Tim gabungan dari
Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), TNI dan Polri
menggelar operasi pemberantasan ilegal logging di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Provinsi Riau. Hasilnya petugas menangkap para pelaku perambahan.
Selain
itu, petugas juga menyita empat alat berat yang dipakai untuk menjarah
kayu di hutan yang dilindungan negara itu. "Empat alat berat itu terdiri
dua unit buldozer dan dua unit excavator," kata Kepala Balai Pengamanan
dan Penegakan Hukum (BPPH) Wilayah II Sumatera KLHK, Eduward Hutapea,
Rabu, 12 April 2017 kemarin.
Dia menjelaskan, dari empat alat berat yang ditemukan di TNTN di Desa Segati,
Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, tiga diantaranya sudah dibawa
ke Pekanbaru. Dalam kasus ini, tim gabungan menangkap sembilan orangĀ
yang sedang melakukan perambahan di kawasan yang diperuntukan untuk
satwa langka seperti harimau dan gajah.
Sembilan orang tersebut juga sudah dibawa ke Pekanbaru. Dugaan kuat, bahwa pelaku melakukan perambahan di TNTN untuk ditanami dengan kelapa sawit. Hal itu karena petugas menemukan bibit kelapa sawit di lokasi.
Taman Nasional Tesso Nilo
memiliki luas 83.000 ribu hektare yang terbentang dari Kabupaten
Pelalawan, Inhu dan Kampar. Namun dalam 10 tahun terakhir, kawasan yang
dilindungi negara untuk habitat gajah sudah porak paranda akibat aksi
perambahan besar-besaran.
Hampir separuh luas areal TNTN kini jadi perkebunan sawit dan pemukiman penduduk. Pembabatan selama ini berdampak langsung terhadap kelangsungan satwa langka gajah dan harimau Sumatera. Sudah banyak gajah dan harimau yang mati akibat diburu para perambah. (sindonews.com)