Senin, 15 Juni 2026 WIB

Seorang Istri Dibanting dan Dianiaya Pemuda Selingkuhannya Hingga Babak Belur

- Jumat, 02 September 2022 16:59 WIB
956 view
Seorang Istri Dibanting dan Dianiaya Pemuda Selingkuhannya Hingga Babak Belur
BN (21), harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum karena menganiaya wanita bersuami yang jadi selingkuhannya. (Dok.)

KEDIRI (Pesisirnews.com) - Seorang pemuda inisial BN (21), warga Dusun Ngatup, Desa Kambingan, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ditangkap polisi lantaran menganiaya seorang istri tetangganya hingga babak belur. Korban ialah Haslinda Nur Fitriah (27).

Kapolsek Pagu AKP Agus Sudarjanto mengatakan, penangkapan pelaku bermula dari laporan korban. Selanjutnya petugas meringkus pelaku.

“Benar kami telah mengamankan pelaku. Kini masih diperiksa,” kata AKP Agus Sudarjanto, Rabu (31/8).

Baca Juga:

Kapolsek menjelaskan kronologi terjadinya peristiwa pidana penganiayaan tersebut. Menurut Kapolsek Agus, pemicu perkara itu terbilang sepele, awalnya korban tidak merespons pesan whatsapp dari pelaku dan korban meminta putus.

Agus mengemukakan pada Kamis dini hari, 25 Agustus 2022, awalnya pelaku menjemput korban dari rumah temannya menaiki sepeda motor berboncengan. Di tengah perjalanan, pelaku menghentikan sepeda motornya di jembatan, tepatnya pinggir jalan Desa Kambingan Kecamatan Pagu.

Baca Juga:

“Saat itu pelaku langsung menanyakan Haslinda (korban), kenapa tidak merespons pesan whatsapp-nya. Kemudian, korban menjawab karena masih bekerja,” tutur dia.

Agus melanjutkan, antara pelaku dan korban diduga memiliki hubungan khusus. Padahal, status korban sudah memiliki suami.

Mendengar jawaban dari korban, pelaku naik pitam. Dia langsung memiting leher korban dari belakang, kemudian meremas tubuhnya. Pelaku juga mendorong tubuh korban hingga nyaris terjatuh ke sungai.

“Korban mengatakan kepada pelaku bahwa sudah tidak mau lagi berhubungan. Kemudian, korban pergi dari tempat itu. Tapi oleh pelaku ditarik lagi hingga membanting korban di aspal jalan,” paparnya.

[br]

Pelaku semakin terbakar emosinya ketika korban menyatakan untuk berhenti berhubungan dengannya.

Setelah dibanting ke aspal, korban berdiri. Namun, pelaku kembali membantingnya. Akibatnya, korban tidak bisa berdiri. Dia merintih kesakitan dan memilih duduk di aspal.

Tetapi pelaku yang seolah kesetanan tidak memberi ampun. Dia malah menarik korban, kemudian membenturkan kepalanya ke palang penutup jembatan yang terbuat dari besi ringan (galvalum).

“Setelah itu korban langsung diantar pulang sampai dengan rumahnya,” ujar mantan Kapolsek Plosoklaten ini.

Keesokan harinya, pada Jumat, 26 Agustus 2022 sekitar pukul 04.30 WIB pelaku menjemput kembali korban di rumah temannya untuk diantar pulang.

Sesampainya di rumah korban, pelaku kembali marah-marah karena teleponnya dan pesannya tidak direspons. Sekitar pukul 11.30 WIB korban menyuruh pelaku untuk pulang dan korban menelepon Fetrik, suaminya.

[br]

Saat mendengar suara suami korban, pelaku pun langsung kabur. Kemudian korban melapor ke Polsek Pagu. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian paha, tangan, dan lengan.

Sedangkan, barang bukti yang diamankan polisi berupa hasil visum dari RS Bhayangkara Kediri, patahan kayu dipan tempat tidur, pisau dapur, dan empat buah genting rumah.

“Motif dari pelaku adalah karena cemburu melihat korban statusnya sudah menjadi pasangan suami istri. Kalau statusnya pelaku dengan korban ini sebagai teman dekat, lokasinya hanya beda dusun,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku sudah melakukan aksi penganiayaan terhadap korban sebanyak tiga kali. Dua kali di dalam rumah dan satu kali di jembatan.

Dari interogasi petugas, pelaku mengungkap pada Senin, 8 Agustus 2022, sekitar pukul 15.30 WIB, dia menganiaya korban dengan memaksa memasuki rumah korban tanpa izin dengan cara memanjat tembok dan membongkar empat buah genteng.

Pelaku telah diamankan di Polsek Pagu untuk diproses lebih lanjut serta harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. (PNC/MDO)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dua Remaja Tersengat Listrik di Tembilahan, PLN Soroti Pentingnya Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Tegangan Menengah
Dua Remaja Tersengat Listrik di Tembilahan, PLN Soroti Pentingnya Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Tegangan Menengah
Dua Remaja Tersengat Listrik di Tembilahan, PLN Soroti Pentingnya Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Tegangan Menengah
Listrik Resmi Mengalir di Pelangiran Kecil dan Teluk Bunian, Warga Akhirnya Rasakan Terangnya Setelah Puluhan Tahun
Terhitung 1 Januari Sampai 28 Februari 2025 Diskon Tarif Listrik PLN 50%
KPU Inhil Mulai Distribusikan Logistik Pilkada 2024 ke Wilayah Perairan
komentar
beritaTerbaru