Jumat, 01 Mei 2026 WIB

Selingkuhi Istri Jagal Sapi, Nyawa Seorang Pemuda Melayang, Bermula dari Kenalan di Facebook

- Jumat, 05 Maret 2021 12:36 WIB
2.794 view
Selingkuhi Istri Jagal Sapi, Nyawa Seorang Pemuda Melayang, Bermula dari Kenalan di Facebook
Hasan (36) warga Sawah Pulo Surabaya, sosok jagal sapi yang menghabisi nyawa Syaifudin Sahab (21) diduga karena cemburu ditangkap Polres Tanjung Perak. (Foto: SURYA.co.id/Firman Rachmanudin)

SURABAYA, Pesisirnews.com - Suami mana yang tak panas hati mengetahui istrinya berselingkuh dengan pria lain. Hal itu pula yang dirasakan seorang penjagal sapi yang marah besar melihat istrinya diselingkuhi pria lain.

Hasan (36) yang terbakar api cemburu dan tak mampu mengendalikan emosi mengamuk saat melihat istrinya ditarik-tarik Syaiful Sahab (21) di sebuah gudang.

Berprofesi sebagai jagal sapi, ia yang sedang membawa pisau langsung menusukkannya ke Syaiful beberapa liang hingga membuat korban tergeletak bersimbah darah.

Baca Juga:

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan jika hasil pemeriksaan saksi dan tersangka mengerucut pada motif cemburu.

Hingga kini motif Hasan, warga Sawah Pulo Surabaya membunuh Syaiful karena sebatas rasa cemburu.

Baca Juga:

Korban diketahui mengenal istri tersangka sejak setahun lalu melalui media sosial Facebook.

"Kenalnya lewat Facebook. Sudah setahun lalu berkomunikasi via Facebook," kata Ganis, Kamis (4/3/2021).

Disinggung apakah antara korban dan istri tersangka punya hubungan khusus, polisi mengaku masih mendalami.

[br]

"Masih kami dalami untuk hubungan antara istri tersangka dan korban. Yang pasti mereka saling kenal melalui media sosial," terangnya.

Dari pengakuannya, Hasan sebenarnya sudah curiga hubungan terlarang istrinya dengan korban.

Ia mengatakan istrinya dan korban sudah berkomunikasi melalui media sosial Facebook setahun belakangan.

Saat kejadian, Hasan mengaku awalnya tak sengaja mengetahui sepeda motor istrinya parkir di teras rumah korban saat mengantarkan daging langganan ke daerah rumah korban.

Kemudian, terjadi cekcok dan dia melihat istrinya ditarik-tarik korban di sebuah gudang rongsokan sebelah rumah korban.

Saat itulah, Hasan yang terbakar cemburu dan amarah langsung menusukkan sebilah pisau yang dibawanya ke perut korban.

Kini, Hasan telah ditangkap anggota Polres Tanjung Perak Surabaya. Di sana, dia mengungkap semua motif dan permasalahan hingga terjadi pembunuhan.

"Saat itu saya lihat motor istri saya dituntun masuk ke rumah dia (korban). Saya lihat dari jauh apakah ada istri saya. Ternyata saya tunggu tidak keluar. Akhirnya saya datangi dan masuk rumah," kata Hasan saat di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

[br]

Sementara ia mendengar suara cekcok di samping rumah korban dengan istrinya yang merupakan gudang rongsokan.

"Saya langsung saja masuk ke gudang samping rumah itu. Lihat istri saya ditarik-tarik," terangnya.

Karena tak mampu mengendalikan amarah, Hasan langsung saja mengeluarkan sebiliah pisau yang biasa digunakan untuk bekerja.

Korban ditusuk pada perut bagian kiri dan dibacokkan ke tubuh dan lengan korban sampai tergeletak.

"Saya khilaf. Spontan saja. Langsung saya ajak istri saya pergi," tandasnya.

Kini, Hasan telah ditangkap anggota Polres Tanjung Perak Surabaya. Kepada Hasan, polisi menjeratnya dengan pasal 351 KUHP ayat 3 atau pasal 338 KUHP dengan ancaman hukum 15 tahun penjara.

Sumber: (surya.co.id)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Listrik Resmi Mengalir di Pelangiran Kecil dan Teluk Bunian, Warga Akhirnya Rasakan Terangnya Setelah Puluhan Tahun
Terhitung 1 Januari Sampai 28 Februari 2025 Diskon Tarif Listrik PLN 50%
KPU Inhil Mulai Distribusikan Logistik Pilkada 2024 ke Wilayah Perairan
Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 96 HMI Adakan Dialog Kepemudaan
Di Hari Sumpah Pemuda Kapolres Inhil Beri Penghargaan kepada Personel Berprestasi
Pj Bupati H Erisman Yahya Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2024
komentar
beritaTerbaru