Kamis, 18 Juni 2026 WIB
Tuntut Kasus Penyertaan Modal PT BLJ

Muklis, Kajari Bengkalis Tak Perna Ke Singapur

- Senin, 24 November 2014 16:01 WIB
828 view
Muklis, Kajari Bengkalis Tak Perna Ke Singapur
Puluhan massa ABM menggelar demo ke Kejari dan DPRD Bengkalis. Tuntutannya sama, penuntasan pengusutan kasus dugaan korupsi penyertaan modal di PT BLJ.
BENGKALIS,PESISIRNEWS.com - Aliansi Bengkalis Menggugat (ABM) yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat bengkalis menggelar aksi demonstrasi di Kejaksaan Negeri (Kejari) dan DPRD Bengkalis, Senin (24/11/14). Massa menuntut kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) penyertaan modal BUMD PT. Bumi Laksamana Jaya (BLJ) Bengkalis Rp300 miliar segera diselesaikan.

Massa ABM bergerak dari lapangan sepakbola Jalan Pertanian, menuju Kantor DPRD Bengkalis Jalan Antara, kemudian ke Kantor Kejari Bengkalis Jalan Pertanian.

Koordinator lapangan ABM Sugianto mengatakan “Kasus penyertaan modal BLJ ratusan miliar yang ditangani Kejari Bengkalis belum menyentuh aktor intelektual yang berperan besar dan memiliki keputusan kebijakan strategis. Oleh karena itu kami mendesak agar diusut tuntas di tangkap pelaku intelektualnya, bukan dengan cara tebang pilih,” ungkap Koordinator Aksi ABM.

Kemudian dari pemberitaan media beberapa hari yang lalu atas kedatangan tim dari Kajagung ke bengkalis memeriksa Kajari Bengkalis Muklis baru baru ini yang diduga menerima uang dari mitra PT BLJ di Singapura total 10 Milyar berdasarkan laporan LSM ada empat poin pertanyaan yang menyangkut pengusutan kasus Rp 300 Milyar di BLJ.

Selain itu, massa terdiri dari kalangan mahasiswa tersebut mendesak, agar mengusut kemana saja aliran dana akibat TPPU dari penyertaan modal PT. BLJ, dan mendesak agar DPRD Bengkalis segera membentuk panitia khusus (Pansus) PT. BLJ dan menolak LPj pelaksanaan APBD 2013.

Sementara Kepala Kejari Bengkalis Mukhlis ketika menemui para pendemo menegaskan, bahwa pihaknya konsisten dalam upaya penuntasan kasus dugaan korupsi dan TPPU penyertaan modal BUMD PT. BLJ Group. Menanggapi desakan pengunjukrasa, Mukhlis menjelaskan, bahwa kasus dugaan korupsi penyertaan modal itu, sedang ditangani tim secara intensif dan transparan.

“Upaya pemberantasan tindak pidana korupsi dan pencucian uang yang kami tangani dari kasus BLJ, sedang intensif untuk dituntaskan dan sudah ditetapkan empat tersangka. Kemudian termasuk penyitaan aset milik anak perusahaan yang diyakini dari hasil pencucian uang,” terangnya.

"Saya bersumpah seumur hidup saya tidak pernah ke Singapura sayapun tidak pernah kenal dan bertemu dengan pihak Suhernawati,Setelah saya tanyakan pihak Imigrasi memmang ada yang namanya muklis ke singapura tapi dari batang (jawa timur) umurnya masih mudah"papar kajati bengkalis

Mukhlis menambahkan, dalam upaya pencegahan dan pengungkapan kasus-kasus tindak pidana korupsi di daerah ini, pihaknya berharap dukungan masyarakat.

“Pantau dan awasi kami kalau perlu 24 jam, dalam upaya pencegahan maupun pemberantasan tindak pidana korupsi di daerah ini,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bengkalis Indra Gunawan turut hadir di Kejari Bengkalis menanggapi, bahwa Kejari Bengkalis dalam upaya penuntasan kasus dugaan korupsi di daerah ini cukup konsisten. Pengungkapan kasus-kasus tindak pidana korupsi yang berhasil ditangani cukup tinggi.

“Atas nama DPRD Bengkalis, kami sangat mengapreseasi kinerja Kejari Bengkalis dalam komitmennya mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi di daerah ini. Setahun terakhir, kasus yang berhasil diungkap cukup luar biasa,” ungkapnya (yee)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wabup Yuliantini Ikuti Peluncuran Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi Secara Virtual
Polri Tetapkan Dua Tersangka Korupsi PT SPR BUMD Riau, Kerugian Capai Rp33 Miliar*
Mantan Kepala Desa Di Indragiri Hilir  Masuk DPO Polres Inhil
Terkait 3 Kasus Dugaan Korupsi, Kortas Tipikor Polri Mulai Periksa Pejabat PLN Pusat
Pj Bupati Inhil Erisman Yahya Ingatkan Ciptakan Pemerintahan Yang Bersih
Ancam Wartawan yang Soroti Kasus Dugaan Korupsinya, IWO Kecam Sikap Sekwan DPRD Lingga
komentar
beritaTerbaru