PESISIRNEWS.COM, PADANGLAWAS - Kekosongan gas elpiji dibeberapa warung pengecer diseputar Sibuhuan akhir-akhir ini mulai lagi. Sudah seminggu kekosongan gas terutama ukuran 3 kg sulit didapat. Tak diketahui pasti penyebab kekosongan.
Misran Tanjung salah seorang pengecer di Padang Luar Sibuhuan mengaku sudah seminggu tak ada gas. Biasanya, rutin dua kali seminggu gas datang saat kondisi normal.
"Tapi kalau ini sudah seminggu tak ada datang, konsumen banyak yang tanya, tapi kosong gimanalah dibikin," kata Misran Tanjung mengeluh.
Plt Kadis Perindagkop Pemkab Palas Dingin Rambe yang dihubungi mengakui kekosongan gas ditingkat masyarakat Sibuhuan saat ini disebabkan upaya peralihan dari gas 3 kg ke ukuran 5 kg yang dilakukan agen CV Kurnia Makmur selaku agen resmi. Tak menutupi kemungkinan akan ada kekosongan, seperti yang terjadi saat ini.
Disisi lain, jatah untuk palas berkisar 3.360 perhari diperkirakan cukup. Namun dikarenakan kebanyakan pengusaha rumah-rumah makan mengambil stok sampai 5-7 tabung, sehingga akan berkurang jatah untuk masyarakat.
"Memang ada upaya agen melakukan pengalihan tabung, dari ukuran 3 kg ke 5 kg. Dan upaya itu memang dianjurkan bagi pengusaha rumah makan, agar tak mengganggu jatah masyarakat subsidi," terang Dingin Rambe.
Dalam pantauan disperindagkop, kekosongan akan tidak ada terjadi melihat jatah yang diberikan pertamina. Bahkan ke depan jatah itu masih akan ditambah lagi.
"Mudah-mudahan cukup buat masyarakat, tapi karena rumah makan tadi banyak-banyak mengambil stok sampai ada 5 tabung, otomatis jatah untuk masyarakat berkurang," tandasnya. (Red)