Rabu, 24 Juni 2026 WIB

Alasan Yamaha Menarik R1 dan R1 M dari peredaran

- Senin, 14 Desember 2015 18:55 WIB
828 view
Alasan Yamaha Menarik R1 dan R1 M dari peredaran
Internet
Yamaha R1
PESISIRNEWS.COM - Yamaha Motor akan menarik Yamaha R1 dan R1 M model 2015 dan 2016 di Kanada. Kedua motor itu ditengarai mengalami masalah pada sistem transmisinya.Sebelumnya penarikan juga telah dilakukan di Amerika Serikat sejak 4 Desember 2015.

Seperti dilaporkan Motorcycling, Senin (14/12/2015), dalam surat pemberitahuannya kepada pemilik motor di Amerika, Yamaha menyebut kekuatan komponen transmisi hanya terasa di saat posisi gigi gir bawah. Sedangkan di saat dipindah ke posisi lebih tinggi, transmisi mengalami kendala.

"Dalam sepeda motor yang ditengarai ada masalah, baik pada roda kedua dan seterusnya komponen transmisi bisa pecah sebagai akibat dari tekanan yang sangat tinggi dan  pergeseran yang tidak tepat. Hal ini disebabkan kekuatan komponen yang tidak memadai,” bunyi surat tersebut.

Akibat masalah ini, maka kontrol terhadap motor juga sulit. Walhasil, dapat  menyebabkan terjadinya kecelakaan.  Yamaha menyebutkan, bahwa untuk memperbaiki masalah tersebut dibutuhkan waktu hingga 16 jam.

Hanya saja, mengenai jadwal penarikan di Kanada hingga kini belum ditetapkan. Namun jumlah motor yang akan ditarik diperkirakan mencapai 240 unit yakni model 2016 atau model yang dibuat pada 2015.

LIKE fasnpage pesisirnews.com untuk dapatkan info terbaru lainnya. Silahkan Klik DISINI / DISINI


Sumber : detik.com

SHARE:
Tags
beritaTerkait
PM Sheikh Hasina: Kemajuan Suatu Bangsa Ditentukan Lewat Penguasaan Teknologi
Khawatir Makin Berbahaya, Elon Musk dan 1000 Pemimpin Bisnis Minta Teknologi AI Diperlambat
Waspada! Penipuan Menggunakan Teknologi Peniru Suara Mengintai Pengguna Ponsel
ID FOOD Ciptakan Avatar Teknologi Digital SIMA untuk Pengelolaan Aset Perseroan
Sistem Counter Drone India Ditargetkan Mampu Hancurkan Semua Jenis Drone Musuh
UE Berencana Buat UU yang Mengharuskan Perusahaan Teknologi Mendeteksi Pelecehan Seksual Anak
komentar
beritaTerbaru