Kamis, 17 September 2026 WIB

Siswi Tsanawiyah Usia 12 Tahun Dinikahkan karena Telat Pulang Jalan-jalan dengan Pacarnya

- Rabu, 16 September 2020 12:34 WIB
2.919 view
Siswi Tsanawiyah Usia 12 Tahun Dinikahkan karena Telat Pulang Jalan-jalan dengan Pacarnya
S (15) dan dan NH (12) pasangan ‘bau kencur’ dari Lombok Tengah kini resmi berstatus suami-istri. (Kredit Foto via deitik.com/Istimewa)

LOMBOK TENGAH, Pesisirnews.com - Dua ‘anak baru gede’ (ABG) yang masih berstatus pelajar Tsanawiyah (setara SMP) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) tak menyangka bakal langsung dinikahkan pihak keluarga perempuan karena keduanya terlambat pulang usai jalan-jalan.

Melansir detik.com, Rabu (16/9/2020), kabar dinikahkannya pelajar pria berinisial S (15) dan wanita NH (12) kemudian merebak di media sosial dan menjadi viral.

S pun lalu buka suara soal pernikahannya yang viral di media sosial itu.

Baca Juga:

"NH ini adalah cinta pertama saya," kata S pada wartawan, Rabu (16/9/2020)

S bercerita, keduanya dikenalkan oleh teman S pada Agustus kemarin. Baru 4 hari saling mengenal, S membawa NH jalan-jalan. Karena S pulang malam membuat orang tua NH tidak menerima.

Baca Juga:

Kepala Dusun asal S sempat melakukan pendekatan bahkan hingga tiga minggu sebelum akad nikah berlangsung. Hanya saja, orang tua dari NH tetap tidak menginginkan anaknya kembali.

Sehingga, pihak keluarga memutuskan untuk menikahkan S dan NH secara diam-diam tanpa sepengetahuan kantor urusan agama (KUA) dan petugas lainnya.

"Saya bawa NH pulang ke rumah dan kakak saya mengantarkan dia ke rumah bibinya di Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang," ujar S.

[br]

Tidak lama setelah NH di rumah bibinya, ternyata bapak dari NH membawa anaknya ke kediaman S. Ortu NH tidak terima anaknya dibawa pulang malam hari.

"Tapi saya juga mau menikah dan tidak ada paksaan dari orang lain dengan mas kawin Rp 2 juta," terangnya.

S mengaku akan berusaha maksimal untuk bisa menafkahi istrinya, terlebih dia masih kelas II Tsanawiyah. S sudah berhenti sekolah dan memilih untuk bekerja menjadi penjual sabun keliling.

"Saya keliling di pasar menjual sabun. Saya juga tidak mau dipisahkan dengan istri saya," ujarnya.

Kepala Dusun (Kadus) Montong, Desa Pengenjek, Ehsan membenarkan cerita itu. Kedua sejoli ini pergi berdua pada siang hari dan pulang sekitar pukul 18.30 WITA.

"Saya sempat sarankan agar anak ini dipisah dulu karena masih anak di bawah umur dan orang tua NH tetap ngotot. Setelah empat hari saya datangi Kadus asal NH ini dan kadus di sana juga menyampaikan agar nikah di bawah tangan saja," kata Ehsan pada wartawan.

Karena tidak ada titik temu saat itu, maka dirinya selaku Kadus sempat menghilang dan tidak mengurus lagi. Tiba- tiba, kakak dari S pergi ke rumah keluarga mempelai perempuan dan sepakat untuk menikahkan kedua anak itu.

"Saya juga tidak hadir saat pernikahan berlangsung. Padahal saya sudah berusaha semaksimal mungkin agar tidak terjadi," jelasnya.

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kasus Viral TikTok di Kuansing, Polisi Kedepankan Hukum dan Kerukunan
Green Policing dan Sosialisasi Bahaya Narkoba Digelar di SMPN 02 Tembilahan
Ganyang 'Setan Korup', Aliansi Mahasiswa Sumut Kepung KEJATI Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi Di Daerah Hingga Skandal Jampidsus
Bupati Herman Pimpin Prosesi Purna Praja Dharma Astha Brata pada Resepsi Pernikahan Ica dan Raga
Klarifikasi Kepala SMPN 3 Tembilahan Hulu Terkait Pemberitaan Dugaan Pungutan Kantin
Bikin Seru, Siswa SD di Indragiri Hilir Belajar di Kapal Baca Polisi
komentar
beritaTerbaru