Rabu, 27 Mei 2026 WIB

Kartu Kuning Jokowi, Puan Maharani Tantang BEM UI

Haikal - Minggu, 04 Februari 2018 19:51 WIB
517 view
Kartu Kuning Jokowi, Puan Maharani Tantang BEM UI

JAKARTA – Kartu kuning Jokowi yang diberikan Ketua BEM UI Zaadith Taqwa terus menuai pro-kontra. Terbaru, tantangan datang salah satu anak buah Presiden.

Usai peristiwa tersebut, Jokowi menyampaiakan berencana mengajak pengurus Ketua BEM UI dan para pengurusnya datang ke Asmat, Papua.

Tujuannya, agar mahasiswa itu ikut melihat dan menyaksikan sendiri kondisi yang ada disana.

Baca Juga:

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani pun mendukung ide Jokowi tersebut.

Ia menlai, ada baiknya para mahasiswa melihat datang dan melihat langsung kondisi di Asmat.

Baca Juga:

Selain itu, juga bisa melihat upaya yang sudah dilakukan pemerintah ketimbang sekedar melontarkan kritik.

"Jadi seperti presiden sampaikan mungkin ada baiknya juga teman-teman BEM ini melihat langsung wilayah-wilayah tersebut," ujarnya di Wisma Atlet, Sunter, Jakarta, Minggu (4/2).

Puan menegaskan, BEM UI harus melihat banyak persoalan di Indonesia yang penanganannya tidak bisa dikerjakan sendiri, termasuk di Asmat.

"Silakan saja lihat ke Asmat, kita sudah bergotong-royong datang ke sana," bebernya.

Sejauh ini, lanjutnya, tim-tim dari kementerian, lembaga, Polri dan TNI tengah terjun ke daerah di timur Indonesia itu.

Puan juga mengaku sudah mengoordinasikan agar tindakan penanganan gizi buruk di kabupaten tersebut bisa bersinergi.

"90 persen negara sudah hadir di sana dengan semua kementerian dan lembaga datang ke sana memperbaiki jalan, jembatan rakyat dan lain-lain," jelasnya.

Namun yang menjadi fokus negara selain memperbaiki gizi buruk yakni mengubah gaya hidup, perilaku dari masyarakat di sana untuk hidup sehat dan menjaga kebersihan.

Panglima TNI: KLB Campak dan Gizi Buruk Asmat Selesai!

"Jadi kita buatkan sanitasi atau air bersih yang ada di sana untuk bisa memperbaiki pola hidup mereka. Semua kememterian lembaga datang ke sana bukan hanya datang kemudian ditinggal," tukas Puan.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi sebelumnya mendapat 'kartu kuning' dari Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa.

Zaadit Taqwa sendiri tercatat sebagai mahasiswa aktif dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Hal itu terjadi sesaat usai Jokowi menuntaskan sambutannya di podium dalam Dies Natalis ke-68 UI Depok, Jumat (2/2/2018) siang.

Jokowi sendiri diundang untuk meresmikan sebuah forum inisiatif UI dengan nama Forum Kebangsaan.

Atas aksinya itu, Zaadit lantas diamankan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) karena meniup pluit dan mengacungkan 'kartu kuning' kepada Jokowi.

Sementara di luar ruangan, tepatnya di depan stasiun UI, aliansi gerakan mahasiswa UI mengadakan aksi kreatif.

Aksi kreatif dikemas dalam bentuk freeze mob dengan membawa berbagai sign dan terdapat simbolik meniup peluit dengan disertai pemberian kartu kuning.

Maksud dari gerakan freeze mob adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat melalui fakta-fakta yang tertulis.

Diantaranya mengenai isu gizi buruk yang menimpa anak-anak di Asmat, Papua, isu penghidupan kembali dwifungsi TNI-Polri dan penerapan peraturan baru organisasi mahasiswa.

(pojoksatu)

SHARE:
beritaTerkait
Perkuat Penegakan Hukum dan Penertiban Aset Daerah, Bupati Herman Gandeng Kejari Inhil
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkoba di Kempas, Sita 129 Butir Ekstasi dan 12,18 Gram Sabu
Polsek Keritang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Pasar Kembang
Camat Mandah dan LAMR Kecamatan Mandah Tegaskan Larangan Aktivitas Maksiat dan LGBT di Kawasan Wisata Pantai Solop
Polsek Keritang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Pengedar Shabu dengan Barang Bukti 8,9 Gram
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika, Dua Tersangka Diamankan dengan Barang Bukti Shabu dan Ekstasi
komentar
beritaTerbaru