Perkuat Penegakan Hukum dan Penertiban Aset Daerah, Bupati Herman Gandeng Kejari Inhil
Tembilahan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir resmi memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir melalui penandatanganan
Advertorial
BANDUNG, — Polisi meragukan keterangan tersangka F, pembuat video mesum yang melibatkan anak dan wanita dewasa. F mengaku menjual video forno buatannya kepada warga negara asing (WNA) asal Rusia, Belanda, dan Kanada.
Dalam keterangannya kepada polisi, F mengaku membuat video porno berdasarkan permintaan WNA itu dengan imbalan sejumlah uang. Tersangka kemudian mengirim video asusila itu melalui aplikasi Telegram.
Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana meragukan keterangan tersangka. Polisi menduga video dijual di Indonesia.
Baca Juga:
"Dijual ke warga asing itu kan baru pengakuan tahap pertama dia saja, tetapi nanti dibuktikan di penyidikan," ujar Umar di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Selasa (9/1/2018).
Keraguan polisi semakin kuat saat tersangka F mengaku dibayar menggunakan bitcoin. Namun, ketika polisi bertanya nomor e-wallet, F tidak paham dengan hal itu.
Baca Juga:
"Ketika kita tanya nomor e-wallet-nya berapa, dia malah tidak mengerti. Berarti ini ada noise apa yang dimunculkan dari pengakuannya enggak sesuai," tuturnya.
Selain itu, F juga mengaku berkomunikasi dengan tiga WNA. Namun, ketika penyidik bertanya dengan menggunakan bahasa Inggris, F tidak mengerti dan hanya bisa menjawab seadanya.
"Ketika ditanya menggunakan bahasa Inggris, dia tidak mengerti. Malah jawabannya cuman yes atau no saja, ya bahasa Inggris biasa," ungkapnya.
Polisi menduga, proses jual beli tersangka F dilakukan secara manual. Sebab, polisi mendapatkan petunjuk bahwa tersangka F pernah ke Bali dua kali selama 2017.
Berdasarkan pengalamannya saat mengungkap kasus video porno di Bareskrim Polri pada 2014 lalu, Umar mengungkapkan menemukan proses jual beli video porno yang dilakukan secara manual di Bali. Pembuat video menjualnya dengan menggunakan flashdisk.
"Kita tracking memang ada perjalanan ke Bali. Waktunya berdekatan dengan pembuatan video itu, diduga setiap selesai membuat video dia pergi ke Bali," ucapnya.
Meski demikian, Umar mengakui hal tersebut perlu dibuktikan. Karena itu, pihaknya bakal melakukan penelusuran dengan mengecek melalui maskapai penerbangan.
"Kita akan cek maskapainya apa, lalu pakai pesawat apa. Itu nanti jadi alat bukti yang membuat bangunan kasus ini utuh," bebernya.
Tembilahan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir resmi memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir melalui penandatanganan
Advertorial
Inhil Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Seorang p
Hukrim
Indragiri Hilir Jajaran Unit Reskrim Polsek Keritang berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polsek Ke
Hukrim
Mandah, Indragiri Hilir Dalam rangka menjaga keamanan, kenyamanan, serta nilainilai agama dan budaya masyarakat selama perayaan Hari Ra
Wisata
Inhil Unit Reskrim Polsek Keritang berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis shabu dan mengamankan seorang pria yan
Hukrim
Indragiri Hilir Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika di wilaya
Hukrim
BANTAENG Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Bantaeng, Dirga, diduga menjadi korban pembacokan oleh seorang pria berinisial WH
Artikel
INHU Penetapan kerja sama operasional (KSO) oleh PT Agrinas terhadap kebun kelapa sawit sitaan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) eks
Artikel
Inhil Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu di wilay
Hukrim
Tempuling Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemerintah Kecamatan Tempulin
Artikel