Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
PEKANBARU Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggelar operasi gabungan di sala
Hukrim
BANDUNG, — Polisi meragukan keterangan tersangka F, pembuat video mesum yang melibatkan anak dan wanita dewasa. F mengaku menjual video forno buatannya kepada warga negara asing (WNA) asal Rusia, Belanda, dan Kanada.
Dalam keterangannya kepada polisi, F mengaku membuat video porno berdasarkan permintaan WNA itu dengan imbalan sejumlah uang. Tersangka kemudian mengirim video asusila itu melalui aplikasi Telegram.
Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana meragukan keterangan tersangka. Polisi menduga video dijual di Indonesia.
Baca Juga:
"Dijual ke warga asing itu kan baru pengakuan tahap pertama dia saja, tetapi nanti dibuktikan di penyidikan," ujar Umar di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Selasa (9/1/2018).
Keraguan polisi semakin kuat saat tersangka F mengaku dibayar menggunakan bitcoin. Namun, ketika polisi bertanya nomor e-wallet, F tidak paham dengan hal itu.
Baca Juga:
"Ketika kita tanya nomor e-wallet-nya berapa, dia malah tidak mengerti. Berarti ini ada noise apa yang dimunculkan dari pengakuannya enggak sesuai," tuturnya.
Selain itu, F juga mengaku berkomunikasi dengan tiga WNA. Namun, ketika penyidik bertanya dengan menggunakan bahasa Inggris, F tidak mengerti dan hanya bisa menjawab seadanya.
"Ketika ditanya menggunakan bahasa Inggris, dia tidak mengerti. Malah jawabannya cuman yes atau no saja, ya bahasa Inggris biasa," ungkapnya.
Polisi menduga, proses jual beli tersangka F dilakukan secara manual. Sebab, polisi mendapatkan petunjuk bahwa tersangka F pernah ke Bali dua kali selama 2017.
Berdasarkan pengalamannya saat mengungkap kasus video porno di Bareskrim Polri pada 2014 lalu, Umar mengungkapkan menemukan proses jual beli video porno yang dilakukan secara manual di Bali. Pembuat video menjualnya dengan menggunakan flashdisk.
"Kita tracking memang ada perjalanan ke Bali. Waktunya berdekatan dengan pembuatan video itu, diduga setiap selesai membuat video dia pergi ke Bali," ucapnya.
Meski demikian, Umar mengakui hal tersebut perlu dibuktikan. Karena itu, pihaknya bakal melakukan penelusuran dengan mengecek melalui maskapai penerbangan.
"Kita akan cek maskapainya apa, lalu pakai pesawat apa. Itu nanti jadi alat bukti yang membuat bangunan kasus ini utuh," bebernya.
PEKANBARU Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggelar operasi gabungan di sala
Hukrim
TEMBILAHAN Penanganan stunting di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus didorong melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pem
Berita
Tempuling, (7/10/2026) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, resmi membuka Santri Expo Tahun 2026 yang digelar Pondok Pesantren (Ponpes)
Berita
TEMBILAHAN Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir (Inhil) mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu di wilay
Hukrim
TEMBILAHAN Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inh
Berita
TEMBILAHAN Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inh
Artikel
MANDAH Pembangunan jerambah beton yang menghubungkan Kelurahan Khairiah Mandah dengan Desa Igal, Kecamatan Mandah, menjadi perhatian Pem
Berita
Jakarta Komjen Herry Heryawan resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri setelah dilantik d
Artikel
KERITANG Polres Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pengamanan dan pendampingan kegiatan ekshumasi atau penggalian kembali jenazah almarhu
Peristiwa
INDRAGIRI HILIR, Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., mengajak masyarakat tetap tenang menyikapi
Artikel