DUMAI, PESISIRNEWS.COM - Sebanyak 237 siswa SMPN 2 Kota Dumai mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2015 berbasis Computer Based Test (CBT). Untuk menampung ratusan siswa tersebut, pihak sekolah menyediakan 4 ruangan kelas.
Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Dumai Hj.Rosmawati,M.pd menyebutkan bahwa para siswa yang mengikuti UN sistem Online dibagi menjadi tiga sesi, setiap lokal yang disediakan hanya menampung 20 siswa. Sesi pertama dimulai pada pukul 7.30 WIB hingga 9.30 WIB, dilanjutkan pada sesi kedua yang dimulai sejak pukul 10.30 WIB hingga 11.30 WIB, dan diakhiri oleh sesi ketiga dimulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB.
"Seluruh siswa akan menjalani ujian selama empat hari, dengan empat mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Metematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)," katanya, Senin (4/5/2015).
Pelaksanaan Ujian sistem Online yang diikuti sebanyak 237 siswa yang ada di SMPN2, menurut Ros, seluruh siswa telah siap mengikuti UN berbasis Online sebagai sekolah satu-satunya ditingkat SMP yang menngunakan sistem CBT. Sebab, sebelumnya para siswa telah diberikan pembekalan seperti Try Out bersama sekolah lain, Bimbel dan Try Out yang diadakan pihak sekolah sendiri. Bahkan pembekalan itu juga menggunakan sistem online. Sehingga anak-anak tidak canggung untuk melaksanakan ujian menggunakan sistem Online.
"Alhamdulilah, anak-anak telah siap dan tak canggung lagi dalam melaksanakan Ujian Nasional berbasisi sistem online ini," ungkapnya.
Selain daripada itu, mengantisipasi adanya pemadaman listrik mendadak, pihak sekolah telah mempersiapkan alat berupa Uninterruptible Power Supply (UPS) dan juga genset, sehingga pelaksanaan UN sistem Online dapat berjalan dengan lancar.
"Kita telah mengantisipasi adanya gangguan secara mendadak. Bahkan jaringan pelaksanaan UN sistem Online di SMPN2 juga berjalan lancar dan mudah-mudahan dapat berjalan dengan lancar hingga akhir pelaksanaan ujian berlangsung," tutupnya.
Pantauan di lapangan, banyak siswa pelaksana UN berbasis online yang merasa sangat dimudahkan, pasalnya banyak diantara mereka menilai bahwa jika menggunakan sistem CBT, 2 jam waktu yang diberikan untuk menjawab soal adalah murni digunakan untuk menjawab dan menyelesaikan soal yang diberi.
Sementara menurut mereka, jika menggunakan sistem manual seperti sebelum-sebelumnya, waktu pengerjaan yang diberikan hanya 2 jam harus terbagi menjadi waku untuk penyelesaian soal dan melingkari serta menghitamkan lembar jawaban. (via)