BENGKALIS, PESISIRNEWS.com-- Setelah pihak Pemda Bengkalis melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) di pimpin Kadis Nakertrans Ridwan Yazid memimpin rapat dengan 8 perwakilan buruh Pertamina sekitar pukul 14.30 wib, Rabu (13/8/14) setelah para buruh melakukan sedikit pemaksaan masuk dengan menggedor pintu pagar Kantor Bupati yang dijaga ketat pihak Satpol PP dan Kepolisian.
Dari 8 orang perwakilan buruh yang diketuai oleh Gindo Lubis di panggil untuk melakukan rapat di lantai II kantor Bupati Bengkalis dan langsung melakukan perundingan dengan pihak Pemkab yang diterima Kadisnakertrans Bengkalis Ridwan Yazid, Kaban Kesbangpol H. Zulfan Heri serta Kabib Pengawasan Kadistrans Jendri Ginting, Kapolres AKBP Andry Wiboowo SIk serta Kapolsek Bengkalis AKP Meby Trisono.
Setelah melakukan pertemuan selama dua jam lebih, akhirnya dari hasil pertemuan diperoleh berupa Notulen rapat yang ditandatangani oleh Kadisnakertrans Bengkalis, Ketua DPC FPE KSBSI Kab Bengkalis, Kaban Kesbangpol Bengkalis sebagai Perwakilan dari Pemkab Bengkalis dan Kapolres Bengkalis.
Permasalahan aksi tersebut tidak akan sampai menginap apabila pihak Pemkab Bengkalis dapat segera menampung aspirasi dari pihak pengunjukrasa.
"Terbukti setelah dihadirkan Kadisnakertrans dengan didampingi Kapolres, aksi dapat diatasi dan kawan kawan buruh langsung membubarkan diri dan kembali ketempat tinggal masing masing, "jelas Gindo Lubis.
Ini Notulen Hasil Tuntutan Rapat Buruh Pertamina
1. Penetapan telah dikeluarkan Disnakertrans Kab Bengkalis kepada PT SOS yang merupakan hak normatif karyawan.
2. Penetapan Vendor berdasarkan Permenaker no 19 tahun 2012.
3. Melakukan Pembinaan/Pemeriksaan kepada Vendor-Vendor PT Pertamina mulai tanggal 25 Agustus 2014. (yee)