PEKANBARU, PESISIRNEWS.COM - Pejabat Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menyatakan tidak ada yang meninggal dunia karena kabut asap. Pernyataan ini ternyata membuat masyarakat terluka.
"Bilang ke Hamdan Dinkes, mundur saja. Kok ngeluarin statemen yang buat sakit hati masyarakat," kata Anggota DPRD Kota Pekanbaru Mulyadi Anwar, Sabtu (24/10/2015).
Hamdan merupakan Kepala Seksi Pencegahan Penyakit dan Pengendalian KLB Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Menurut Mulyadi, apa yang diungkapkan Hamdan kepada media, merupakan ungkapan yang tidak bagus.
"Seharusnya dia bersimpati, memberikan pelayanan serius ke masyarakat. Bukannya statemen gak ada yang meninggal karena asap," terang Mulyadi.
Sama hal saat orang mengatakan tidak ada yang meninggal karena rokok, dikatakan Politisi PKS ini, bahwa rokok sebenarnya berbahaya namun memang meninggalnya bukan karena rokok tetapi karena sakit jantung atau paru-paru yang ditimbulkan akibat rokok.
"Apa maksudnya asap dan rokok tak berbahaya? Seharusnya dia turun ke lapangan. Pernah gak dia turun ke lapangan. Berikan pelayanan langsung ke masyarakat. Buka posko pengobatan, itu yang dibutuhkan masyarakat, bukan banyak omong," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Seksi Pencegahan Penyakit dan Pengendalian KLB Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hamdan, mencoba meluruskan bahwa tidak ada yang meninggal dunia karena kabut asap, akan tetapi kabut asap hanya pemicu, sebab korban juga ada riwayat penyakit yang rawan terhadap asap.
"Tidak ada orang yang mati karena asap, hanya pemicu saja, karena memang korban juga sudah ada penyakit," ungkap Hamdan, Jumat (23/10/2015) sore kemarin.
Dijelaskan Hamdan, terkait seorang anak usia 9 tahun Rahmadani Lutfi yang dikabarkan meninggal karena kabut asap, ia mengaku telah turun ke lapangan dan mendapatkan informasi bahwa anak tersebut meninggal dunia bukan semata karena kabut asap.
"Itu bukan karena asap, kita konsultasi dengan ahli mengatakan bahwa tidak ada orang meninggal akibat asap langsung, kalau ada tentu ada tahap, kalau ada meninggal berarti ada penyebab," tuturnya.
Dari diagnosa pasien yang meninggal kemarin di RS Santa Marian Pekanbaru yaitu Ramadhani Lutfi umur 9 tahun, menurut Hamdan, bukan karena asap. "Dokter bilang karena terlambat dibawa ke rumah sakit," pungkasnya.
(rik)(rio)