JAKARTA, PESISIRNEWS.com - Presiden Joko Widodo menanggap ada keanehan di balik pemberian subsidi pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono selama 5 tahun terakhir. Pemberian subsidi ratusan triliun itu tidak hanya sia-sia.
Hal itu dikatakan Jokowi di depan puluhan gubernur se-Indonesia di Istana Negara Jakarta, Selasa (4/11/14). Jokowi menjelaskan selama 5 tahun terakhir SBY menganggarkan subsidi sampai Rp 714 trilliun.
Sementara ini berbanding terbalik dengan anggaran kesehatan yang hanya sebesar 202 triliun dan infrastruktur Rp 577 triliun. Jokowi mengatakan dalam pemerintahannya subsidi itu akan dialihkan, alias menaikkan harga BBM bersubsidi.
"Sebanyak 71 persen yang menikmati subsidi menengah ke atas lho. Ini hasil studi," tegas Jokowi.
Jokowi menjelaskan dengan pengurangan subsidi, diyakini akan memperlebar ruang fiskal APBN 2015. Anggaran pun akan terasa ringan, karena subsidi dialihkan ke sektor investasi.
"Coba bapak ibu semuanya membandingkan.Tidak ada negara lain melakukan ini. Sehingga inilah yang sangat memberatkan posisi anggaran kita. Ruas fiskal kita ruang anggaran kita sangat sempit sekali. Belum untuk pembayaran utang," jelas dia.
Sebelumnya Jokowi sudah dipastikan akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebelum akhir tahun. Sampai saat ini besaran penaikkan BBM masih dibahas. Namun kemungkinan harga BBM bersubsidi akan naik di kisaran Rp 2000 sampai Rp 3000. (Y.Cha)