Sabtu, 11 Juli 2026 WIB

Ahok : Lucu Saya Disuruh Mundur

- Kamis, 11 September 2014 17:31 WIB
220 view
Ahok : Lucu Saya Disuruh Mundur
Basuki Tjahya Purnama
JAKARTA, PESISIRNEWS.comĀ  -Basuki Tjahya Purnama didesak untuk juga mundur darI jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKi Jakarta setelah dirinya mundur dari Partai Gerindra. Alasannya Ahok merupakan politisi partai bentukan Prabowo Subianto itu.Ahok menanggapi serius tapi santai desakan itu. Menurut dia, desakan itu lucu dan tidak mendasar. Meski pun betul, Ahok adalah politisi Partai Gerindra.

"Maka itu juga lucu. Undang-undang tidak mengatur, kecuali kamu anggota DPR-RI. Kamu harus mundur. Nah ini dasarnya apa?" Tanya Ahok saat ditemui di Balaikota Jakarta, Kamis (11/09).

Ahok menjelaskan dirinya dipilih oleh rakyat. Bahkan menurutnya, Gerindra tidak berkontribusi dalam pemilihan kepala daerah Jakarta 2012 lalu. Menurut Ahok, saat itu
Gerindra lebih mengunggulkan sosok Deddy Mizwar yang saat ini menjadi wakil gubernur Jawa Barat.

"Yang mencalonkan saya itu kan Pak Jokowi dari PDIP Perjuangan. Dulu juga Gerindra nggak ngusulin saya kok, Gerindra ajukan nama Deddy Mizwar ke Pak Jokowi. Kebetulan aja PDIP milih saya. Ketiban pulung aja, gitu saya," jelas dia.

"Kamu lihat kalau PDIP dan Gerindra gabung di DPRD, itu nggak akan menang. Suara kami ini bukan suara partai untuk duduk di sini. Itu tidak konsisten suruh saya mundur. Anda (Gerindra) takut saja saya jadi gubernur," lanjutnya.

Mantan politisi Partai Gerindra sekaligus Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga menantang seluruh gubernur dari partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih untuk mundur. Kemunduran itu karena Koalisi Merah Putih menentang Pemilukada langsung.

Untuk diketahui, Koalisi Merah Putih menginginkan Pemilukada itu dipilih oleh DPRD. Itu akan diperjuangkan dalam Revisi Undang- Undang Pemilukada yang tengah dibahas di DPR.

"Kenapa parpol-parpol Koalisi Merah Putih tidak minta seluruh kepala daerahnya yang berhasil masuk jadi kepala daerah lewat pemilihan langsung untuk mundur. Untuk membuktikan konsistensi mereka tidak menerima sistem pilkada langsung," imbuhnya.

Menurut Ahok sikap itu jantan. Sementara lain dengan dirinya yang tidak mau mundur dari wakil gubernur DKI Jakarta. Dia merasa dirinya didukung penuh oleh rakyat, bukan partai. "Itu gentelmen. Kalau saya beda, untuk apa nyuruh saya mundur? Sama aja Anda minta Pak Jokowi mundur," jelas dia.

Ahok menjelaskan saat menjadi Ketua DPP Bidang Politik di Partai Gerindra, dia tidak pernah diajak untuk konsultasi dan rapat membicarakan RUU Pilkada itu. Maka itu dia tidak berkepentingan jika memang harus mundur dari Wagub DKI.

"Partai nggak tanya sama saya. Saya nggak pernah dipanggil rapat. Saya Ketua DPP Bidang Politik, nggak pernah dapat surat," jelas dia.

Y. Charles



SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemanfaatan Aplikasi e-SAKIP Smart dalam Meningkatkan Kinerja Pemerintahan
THR 2023 akan Cair H-10 Idulfitri, MenPAN-RB Harap Ini Tingkatkan Kinerja Aparatur Pemerintah
Utang Pemerintah Mengalami Kenaikan Mencapai Rp 7.754,9 Triliun per Januari 2023
Kapolri Instruksikan Jajarannya Bantu Program Pemerintah Turunkan Angka Stunting
Situs Judi dan Pornografi Teridentifikasi Menyusup ke Domain Pemerintah
Antisipasi Geopolitik dan Ekonomi Global, Pemerintah Terbitkan Perpu Cipta Kerja
komentar
beritaTerbaru