PESISIRNEWS.com - Banyak orang terutama anak-anak hanya memlilih bagian tengah saat memakan roti tawar. Bagian pinggirnya yang berwarna coklat dan sering disebut kulit roti kerap dibuang. Namun tahukah anda bahwa kulit roti ternyata lebih sehat?
Sebuah riset yang dilakukan Thomas Hofmann, Ph.D, di German Research Center of Food Chemistry di Garching Jerman menemukan fakta bahwa kulit roti mengandung antioksidan yang berperan melawan kanker. Riset dilakukan pada kulit roti, tepung panir roti (bread crumbs) dan roti ternyata menempatkan menempatkan kulit roti sebagai peringkat pertama bagian roti yang mengandung antioksidan paling tinggi.
Riset tersebut cukup mencengangkan mengingat ternyata proses pembuatan roti bisa memunculkan bahan antioksidan. Jenis antioksidan itu disebut pronyl-lysine. Semua jenis kulit roti, mengandung antioksidan ini. Tidak hanya roti yang terbuat dari gandum utuh yang kaya serat tetapi juga roti putih atau terbuat dari tepung terigu.
Tim riset Hofmann menemukan bahwa antioksidan pronyl-lysine itu terbentuk dari proses penambahan ragi pada adonan roti maupun proses roti yang diolah tidak dengan bantuan ragi, misalnya dengan cara diuleni atau dibanting-banting dalam waktu yang lama. Proses dibanting-banting itu mengubah karbohidrat menjadi gula dan mendorong terjadinya proses peragian secara alami.
Untuk roti yang menggunakan gandum utuh, tentu saja antioksidan yang dihasilkan lebih tinggi. Akan tetapi hati-hati, proses peng-oven-an yang terlalu lama bisa merusak antioksidan tersebut. Hasil riset ini dipublikasikan di American Chemical Society. Demikian seperti dikutip LIFE SatuHarapan.com.