Jumat, 12 Juni 2026 WIB

Penculik Anak di Afghanistan Minta Tebusan Rp 8,5 M, Ancam Potong Tangan Kalau Tak Dibayar

- Kamis, 17 Maret 2022 09:09 WIB
912 view
Penculik Anak di Afghanistan Minta Tebusan Rp 8,5 M, Ancam Potong Tangan Kalau Tak Dibayar
Haji Nabi dan Zohreh, orangtua Abdul Rauf, seorang anak yang telah diculik selama 17 bulan di Afghanistan. (TOLOnews)

BALKH, Pesisirnews.com - Seorang anak bernama Abdul Rauf yang tinggal di Provinsi Balkh, Afghanistan telah diculik oleh orang tak dikenal. Dia diculik selama tujuh belas bulan dari distrik Mazar-e-Sharif saat pergi ke sekolah.

Baru-baru ini keluarganya menerima ancaman dari para penculik bahwa jika mereka tidak membayar uang yang mereka inginkan, maka anaknya akan menghadapi nasib yang lebih buruk, di mana para penculik mengancam akan memotong tangannya.

Menurut keluarga Abdul Rauf, para penculik menuntut uang tebusan sebesar $600.000 (Rp 8,5 miliar) sebagai ganti pembebasan anak mereka yang telah ‘ditahan’ selama tujuh belas bulan.

Baca Juga:

Orang tua Abdul Rauf telah datang ke Kabul untuk meminta pembebasan putra mereka kepada pemerintah. Namun mereka mengatakan pemerintah sebelumnya dan pemerintah saat ini telah gagal untuk membebaskan putra mereka.

“Mengapa setelah tujuh bulan dalam Pemerintahan Islam, tetapi anak saya tidak dapat ditemukan?” kata Haji Nabi, ayah Abdul Rauf, kepada portal berita Afghanistan TOLOnews yang dikutip Kamis (17/3).

Baca Juga:

[br]

Ibu Abdul Rauf, yang tidak mengizinkan putranya untuk menjauh darinya, mengatakan bahwa jika para penculik menyakiti putranya, mereka akan bertanggung jawab kepada Imarah Islam (emir/penguasa lokal).

Zohreh, ibu Abdul Rauf, berkata: "Mereka mengatakan bahwa jika Anda tidak memberi kami uang, maka kami akan memotong jari anak Anda. Apa dosa anak yang tidak bersalah ini sehingga mereka mengancam akan memotong tangannya?”

Sementara itu, penguasa setempat belum memberi tanggapan atas peristiwa yang tengah dihadapi oleh keluarga ini. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Situasi Kemanusiaan di Afghanistan Memprihatinkan, Indonesia Berikan Bantuan
PBB: Jika Sistem Perbankan Afghanistan Runtuh, Kehidupan Rakyat Akan Semakin Kacau
BANMUS DPRD Riau Bahas Revisi II Jadwal Kegiatan DPRD Bulan November
Ratusan Orang Afghanistan Jadi Korban Serangan Bom Bunuh Diri Saat Tengah Salat Jumat
Kronologi Ibu Kota Kabul Jatuh ke Tangan Taliban dan Pendudukan Istana Kepresidenan Afghanistan
Respon Kondisi Afghanistan yang Kian Memanas, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
komentar
beritaTerbaru