DAMASKUS, Pesisirnews.com - Sekira seribu rudal udara-ke-permukaan telah diluncurkan jet tempur Angkatan Udara Israel yang membuat hancur hampir sepertiga dari kekuatan pertahanan udara Suriah dalam dua tahun terakhir. Demikian klaim Israel sebagaimana dikutip JPOST, Rabu (19/8/2020).
Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan infrastruktur militer Iran yang ada di negara yang masih dilanda perang saudara itu.
Suriah menanggapi aksi serangan udara Israel tersebut sebagai tindakan “menikam dari belakangâ€, dimana Suriah sedang dalam keadaan memulihkan keamanan teritorialnya yang dalam keadaan perang saudara.
Baca Juga:
Israel sendiri tidak mengomentari sebagian besar dugaan serangan di dalam wilayah Suriah, termasuk di sekitar ibu kota Damaskus serta jauh di Suriah utara dekat perbatasan Turki serta wilayah al-Bukamal dekat Suriah- Perbatasan Irak.
[br]
Baca Juga:
Tidak tinggal diam oleh serangan udara Israel, rezim Suriah mulai merespons dan menembakkan rudal permukaan-ke-udara ke jet-jet tempur Israel.
Dengan sistem pertahanan udara yang lebih canggih seperti S-300 Rusia dan rudal jarak jauh yang dibawa oleh Iran, kampanye perang Suriah dan Israel semakin terbuka.
Sebagaimana diketahui, Rusia ikut campur dalam konflik Suriah pada September 2015 atas permintaan dari Presiden Bashar Assad karena Moskow dipandang sebagai kekuatan utama yang dapat diajak bicara ketika Israel ingin melakukan serangan kepada negara itu.
Dan meskipun dua pemain telah menggunakan mekanisme dekonflik untuk menghindari konflik yang tidak diinginkan, Rusia yang berada di Suriah bukanlah mereka yang duduk di Moskow untuk berbicara dengan Israel.
Namun demikian, Rusia telah mengizinkan Israel untuk mempertahankan kebebasan operasinya atas Suriah, selama tidak membahayakan pasukan mereka.
Non Reportase
Sumber : JPOST