Sabtu, 02 Mei 2026 WIB

Ditangkap, Germo Bisnis Prostitusi Online di Pekanbaru Ternyata Seorang Mahasiswa

- Selasa, 14 Maret 2017 16:36 WIB
726 view
Ditangkap, Germo Bisnis Prostitusi Online di Pekanbaru Ternyata Seorang Mahasiswa
PESISIRNEWS.COM, PEKANBARU - Dengan dalih kesulitan ekonomi, dua anak muda di Pekanbaru ini melakukan bisnis seks online. Mereka memasarkan anak dibawah umur kepada pelanggannya.

Adalah DR (23), berstatus sebagai mahasiswa dan RK (17) yang sudah putus sekolah ini akhirnya kena ciduk polisi. Setelah pihak kepolisian melakukan penyamaran.

Hal ini terungkap saat pihak jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau melakukan ekspose kasus ini kepada kalangan wartawan Selasa (14/3/2017).

Sebagaimana diungkapkan oleh Kasubdit III Ditreskrimum Polda Riau AKBP Fibri Kabriyananto di ruang gelar perkara.

"Yang menariknya, pelaku dan korban sama-sama anak dibawah umur," kata AKBP Fibri Kabriyananto.

Dijelaskan Fibri, awalnya pihaknya mengamankan tiga orang yang diduga mucikari prostitusi online dengan tiga korban yang masih di bawah umur. Dari hasil penyelidikan, hanya dua yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni DR (23), mahasiswa dan RK (17) yang sudah putus sekolah.

Tersangka DR dan RK ditangkap di sebuah hotel di Jalan Teuku Umar, Jumat (10/3/17) sekira pukul 18.30 WIB. Penangkapan itu berawal dari penyamaran atau under cover buy anggota Tim Jusila dengan berpura-pura sebagai calon pemakai cewek-cewek dibawah umur itu.

DR dan RK ini mencari pelanggan melalui aplikasi media sosial (medsos) "We Chat". "Bisnis" ini dilakoni pasangan remaja ini berdasarkan suka sama suka dengan korban.

"Faktor ekonomi mendasari ketiga korban mau menjajakan dirinya kepada lelaki hidung belang. Sekali bookin korban mengaku mendapatkan upah Rp800 ribu. Sementara sang mucikari mendapat fee Rp200 ribu," kata Fibri lagi.

Pihak Ditreskrimum Polda Riau kini masih mendalami adanya pasangan "DR dan RK" yang lain. Karena didalam akun We Chat pelaku masih ada akun akun lain.

"Sementara pelaku kita jerat dengan Pasal 76 huruf (i) Undang Undang Perlindungan Anak dan Pasal 296 atau 506 KHUPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkas Fibri. ***gagasanriau.com

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Disalahgunakan untuk Prostitusi Anak, Kominfo Minta Kerja Sama MiChat Berantas Kasus Ini
Janda Muda Penjual Gadis Belia di Meranti Ditangkap Polisi, Sempat Kabur ke Sumbar
Menpan RB Tjahjo Kumolo Tahun 2021 Akan Mengurangi Menerima CPNS  Kerja Duduk Dibalik Meja Atau Ke Administrasi
Ditemukan 2 Alat Bukti Keterlibatan Artis Cantik Cynthiara Alona pada Kasus Prostitusi Online
Mengamuk, Rombogan Ibu-ibu Bakar Tempat Tidur dan Pakaian Diduga Milik PSK di Simpang Kasus Belilas Inhu
DPRD Sayangkan Prostitusi Online Berkembang di Kota Pekanbaru
komentar
beritaTerbaru