Minggu, 21 Juni 2026 WIB

Jaringan Narkoba Terbesar Indonesia Dikendalikan di Lapas

- Rabu, 02 Maret 2016 07:21 WIB
852 view
Jaringan Narkoba Terbesar Indonesia Dikendalikan di Lapas
Foto: kompas.com
Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso
PESISIRNEWS.COM, BENGKULU - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisari Jenderal Budi Waseso mengatakan pengendalian dan jaringan terbesar narkoba di Indonesia justru dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Hal tersebut dikatakan pria yang kerap disapa Buwas ini saat menghadiri penandatanganan ribuan PNS Pemprov Bengkulu, Selasa (1/3/2016) di Bengkulu.

"Jaringan besar itu dikendalikan dari lapas dan mereka beroperasi menggunakan teknologi canggih, ini berarti ada keterlibatan oknum lapas," kata dia.

Buwas mengungkap saat ini 50 persen peredaran narkoba dikendalikan dari Lapas, termasuk dilakukan oleh jaringan Freddy Budiman, terpidana mati narkoba.

"Jika peredaran narkoba di Lapas bisa dihentikan artinya 50 persen peredaran di Indonesia bisa diselesaikan," tambahnya.

Beberapa temuannya di beberapa Lapas, beberapa napi bisa mendatangkan narkoba dari luar negeri.

"Mereka memiliki alat yang canggih. Bandarnya dar Pakistan, barangnya dari Taiwan,lalu narkobanya akan dikirim ke Malaysia," ucapnya.


Ikuti perkembangan berita ini. Silahkan Klik DISINI / DISINI

Sumber: kompas.com

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Respon cepat Polsek Kateman atas pengaduan masyarakat lewat *medsos facebook* tentang dugaan Penyalahgunaan Narkotika di Ruko Salon WN Kel. Tagaraja K
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Amankan Seorang Pengedar dan Sita 4,70 Gram Sabu
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkoba di Kempas, Sita 129 Butir Ekstasi dan 12,18 Gram Sabu
Polsek Keritang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Pasar Kembang
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika, Dua Tersangka Diamankan dengan Barang Bukti Shabu dan Ekstasi
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Bandar Sabu 2,13 Gram di Keritang,
komentar
beritaTerbaru