Kamis, 30 April 2026 WIB

Petinggi Cevron Temui Jokowi Bahas Investasi Migas

- Jumat, 09 Januari 2015 23:20 WIB
204 view
Petinggi Cevron Temui Jokowi Bahas Investasi Migas
Presiden Jokowi saat menerima petinggi Cevron Corporation di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (9/1)Foto: setkab.go.id
JAKARTA, PESISIRNEWS.com - Enam petinggi Cevron Corporation, perusahaan minyal asal Amerika Serikat, menemui Presiden Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (9/1) siang

Delegasi Cevron terdiri dari CEO Cevron Corporation John Watson, Senior Vice Presiden Upstream Chevron Corporation Jay Johnson, Presiden Chevron Asia Pacific Melody Meyer, Managing Director Chevron IndoAsia Chuck Taylor, Presiden Director Chevron Pacific Indonesia Albert Simanjuntak, dan Senior Vice Presiden PGPA Chevron IndoAsia Yanto Sianipar.

Sedangkan Presiden Jokowi dalam kesempatan itu didampingi oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri ESDM Sudirman Said, dan Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto.

Dalam keterangan pers, usai pertemuan tersebut, Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, kedatangan petinggi Chevron itu untuk menyatakan komitmen mereka tetap berinvestasi dalam infrastruktur migas di Indonesia.

“Saat ini Chevron memiliki ladang di Duri, Riau, yang memproduksi lebih dari 300 ribu barel minyak per hari. Chevron juga tengah mengembangkan ladang gas di Laut Makassar, Sulawesi Selatan, yang disebut dengan IDD,” kata Sofyan Djalil, yang didampingi Yanto Sianipar mewakili Cevron.

Menurut Sofyan, mestinya IDD tersebut sudah dikembangkan namun Chevron gagal memperoleh izin permit. Padahal tahun lalu perusahaan ini telah menyewa drilling dan perlengkapan lainnya. Chevron saat ini juga sedang menunggu keputusan dari SKK Migas mengenai ladang di Laut Makassar.

“Jhon Watson mengatakan komitmennya untuk meningkatkan produksi minyak dan gas, mengingat cadangan minyak kita tinggal 11 tahun lagi dan gas tinggal 18 tahun lagi,” kata Sofyan.

Kepada Presiden Jokowi, Presiden Chevron juga mengatakan bahwa pihaknya tengah menangani kasus hukum karyawannya, yaitu soal kasus bioremediasi..

Presiden Jokowi, kata Sofyan, mengatakan bahwa pemerintah akan mempelajari sejauh mana kasus hukum tersebut dapat diselesaikan.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pegadaian Membangun Perekonomian Masyarakat Lewat Digitalisasi Bisnis dan Ekosistem Emas
Perkuat Hubungan Ekonomi, Perusahaan Israel Buka Cabang Pertamanya di Maroko
Iran-Rusia Perkuat Sistem Perdagangan untuk Atasi Sanksi Ekonomi Barat
Antisipasi Geopolitik dan Ekonomi Global, Pemerintah Terbitkan Perpu Cipta Kerja
Kelapa sebagai Bentuk Kearifan Lokal Bernilai Ekonomi di Kabupaten Inhil yang Harus Dipertahankan
Program PENA Kemensos RI Diharapkan Mampu Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Inhil
komentar
beritaTerbaru