Kamis, 30 April 2026 WIB

IPB Gandeng Universitas Adelaide Bahas Isu Pertanian

- Jumat, 19 Desember 2014 09:28 WIB
323 view
IPB Gandeng Universitas Adelaide Bahas Isu Pertanian
Kantor InterCafe di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor. (Foto: intercafe.ipb.ac.id)
BOGOR, PESISIRNEWS.com - IPB bekeja sama dengan University of Adelaide Australia dalam bidang pendidikan dan penelitian yang fokus pada isu pertanian dan pembangunan kedua negara.

"Kerja sama antara IPB dan Adelaide sudah berjalan satu tahun ini. Sangat intensif kami lakukan dan sebagai rangkaian kerja sama akan terus kami lanjutkan dengan menggelar forum kebijakan transformasi pertanian dan pangan di Indonesia," kata Direktur International Center for Applied Finance and Economics (InterCafe) IPB, Dr Nunung Nuryartono, dalam seminar internasional AFTI 2014 di Kampus IPB Baranangsiang Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/12).

Nunung menjelaskan, berbagai isu di sektor pertanian serta pembangunan menjadi bahasan kerja sama kedua belah pihak, seperti kebijakan pertanian, perikanan, kelautan, dan pembangunan.

Kerja sama kedua univeristas sudah berjalan satu tahun, diawali dengan kerja sama pendidikan dalam program double degree. "Kami juga memiliki kerja sama penelitian yang sudah dijalankan, saat ini fokus utama di sektor pertanian dan pangan," kata Nunung.

Untuk kerja sama penelitian, baik IPB dan University of Adelaide melakukan kajian bersama tentang transformasi pertanian dan pangan di Indonesia.

Dari kajian yang sudah dilakukan, transformasi memberikan dampak pada sektor pertanian terutama petani kecil. Salah satu contoh di daerah Jambi, terjadi transformasi pertanian. Perkebunan sawit lebih mendominasi.

"Dari kajian ini kami sampaikan datanya kepada pemerintah, apa yang harus dilakukan pemerintah untuk melindungi petani kecil dari pengaruh trasformasi ini," kata Nunung.

Selain itu, isu pasar global dan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 juga menjadi fokus kerja sama dua universitas ini dalam menghasilkan kajian-kajian untuk mempersiapkan daya saing Indonesia dalam menghadapi pasar bebas.

"Melalui forum diskusi yang rutin kami bisa mengindentifikasi secara detail, apa yang harus dilakukan untuk menghadapi persaingan, sektor mana yang harus ditingkatkan, kalaupun ada penguatan pertanian apa yang dipekuat. Hasil kajian kami sampaikan kepada pemerintah," Nunung menjelaskan.

Seminar internasional kerja sama IPB dan Universitas Adelaide itu menghadirkan pembicara Dr Rick Barichello dari University of Brithis Calumbia, Kanada, yang menyampaikan pemikiran seputar transformasi pertanian dan pangan di Kanada. Dari IPB, Dr Arief Daryanto PhD tampil membahas industri susu di Indonesia sebagai peluang atau tantangan. (Ant)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pegadaian Membangun Perekonomian Masyarakat Lewat Digitalisasi Bisnis dan Ekosistem Emas
Perkuat Hubungan Ekonomi, Perusahaan Israel Buka Cabang Pertamanya di Maroko
Iran-Rusia Perkuat Sistem Perdagangan untuk Atasi Sanksi Ekonomi Barat
Antisipasi Geopolitik dan Ekonomi Global, Pemerintah Terbitkan Perpu Cipta Kerja
Kelapa sebagai Bentuk Kearifan Lokal Bernilai Ekonomi di Kabupaten Inhil yang Harus Dipertahankan
Program PENA Kemensos RI Diharapkan Mampu Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Inhil
komentar
beritaTerbaru