Jumat, 01 Mei 2026 WIB

Kadin : Bengkalis Layak Punya Pabrik Karet Untungkan Petani

- Kamis, 21 Agustus 2014 17:46 WIB
373 view
Kadin : Bengkalis Layak Punya Pabrik Karet Untungkan Petani
Poto Wajah Kadin Bengkalis, Masuri SH
BENGKALIS, PESISIRNEWS.com - Hingga kini, harga eceran getah karet dan sawit di bengkalis terus mengalami penurunan. parahnya lagi, Sebelumnya eceran getah karet mencapai Rp 7 ribu-Rp 8 ribu, kini hanya dihargai Rp5 ribu-Rp6 ribu/ kilonya. Akibatnya, para petani menghandalkan penghasilan komoditi itu kian terjepit perekonomianya.

Seperti dikeluhkan, Sri (24) salah seorang ibu rumah tangga sehari-hari menyadap karet di Desa Jangkang, Kecamatan Bantan. Kepada wartawan, Kamis (21/8/14) menuturkan bahwa turunya harga eceran getah karet saat ini sangat berdampak pada kebutuhan ekonominya.

“Sebelumnya harga sudah turun menjadi Rp 7 ribu/ kilo, eh.. sekarang turun lagi hanya Rp 5 ribu perkilo saje," keluh wanita ini dengan logat melayunya.

Diterangkan Sri, Untuk harga TBS sawit, sebelumnya untuk ukuran kecil mampu Rp800 perkilogram, dan sekarang hanya Rp500 perkilogram. Sedangkan untuk TBS ukuran besar sebelumnya mencapai Rp1.000 perkilogram sekarang hanya Rp800 perkilogram.

Kekecewaan itu juga dikeluhkan Suji (45). Pemilik kebun sawit beberapa hektar di Kecamatan Bantan ini mengaku juga mengalami kerugian materi dengan penurunan harga eceran yang dinilai sangat drastis ini.

“Sawit terus turun sekarang yang kecil hanya Rp500 perkilo, kalau yang besar hanya sekitar Rp800 perkilo,” ujar Suji.

Terus menurunnya harga getah karet dan sawit sejak dua bulan terakhir, penduduk yang menghandalkan sumber pendapatan atau penghasilan dari dua komoditi tersebut harus pahit menghadapi kenyataan. Menyusul, harga kebutuhan pokok terus meningkat, sementara penghasilan yang diharapkan dari harga komoditi ini terus menurun.

Menyikapi itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bengkalis, Masuri SH, mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang menimpa para petani. Dia menilai, Pemerintah harus menyikapi kondisi terus menurunnya harga komoditi dari petani getah karet di pasaran karena hal itu sebagai sumber utama penghasilan para petani tersebut.

Dengan demikian, lanjut Masuri. Para petani getah karet yang tidak punya pilihan lain untuk menjual ke penampung besar yang ada di Bengkalis dapat meningkatkan perekonomian mereka. Dan dipastikan upaya yang sangat dibutuhkan oleh para petani adalah adanya pabrik karet yang representatif yang bisa memproduksi skala besar.

"Saya menilai, bengkalis sudah layak memiliki pabrik dari hulu ke hilir. Idealnya, masyarakat diajari tentang berkoperasi yang baik, karena setiap desa sudah memiliki dana UED-SP untuk membantu usaha masyarakat,” paparnya semberi menambahkan agar pemerintah juga harus memperkuat penyuluhan di PPL, dan penempatan dasar personil yang tepat sasaran.(yee)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pegadaian Membangun Perekonomian Masyarakat Lewat Digitalisasi Bisnis dan Ekosistem Emas
Perkuat Hubungan Ekonomi, Perusahaan Israel Buka Cabang Pertamanya di Maroko
Iran-Rusia Perkuat Sistem Perdagangan untuk Atasi Sanksi Ekonomi Barat
Antisipasi Geopolitik dan Ekonomi Global, Pemerintah Terbitkan Perpu Cipta Kerja
Kelapa sebagai Bentuk Kearifan Lokal Bernilai Ekonomi di Kabupaten Inhil yang Harus Dipertahankan
Program PENA Kemensos RI Diharapkan Mampu Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Inhil
komentar
beritaTerbaru