Selasa, 28 April 2026 WIB

Harga minyak jatuh setelah stok produk BBM AS naik

- Kamis, 07 Januari 2016 06:19 WIB
595 view
Harga minyak jatuh setelah stok produk BBM AS naik
Foto: Ilustrasi.
PESISIRNEWS.COM, NEWYORK - Harga minyak dunia menukik sekitar enam persen pada Rabu, setelah persediaan produk-produk minyak AS atau bahan bakar minyak (BBM) naik, menunjukkan berlanjutnya kelebihan pasokan di pasar.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, merosot 2,00 dolar AS atau 5,6 persen, menjadi berakhir pada 33,97 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Itu menandai penutupan terendah WTI sejak Desember 2008, selama krisis keuangan.

Di London, minyak Brent untuk pengiriman Februari, patokan Eropa, ditutup di bawah 35 dolar AS untuk pertama kalinya dalam lebih dari 11 tahun menjadi 34,23 dolar AS per barel, turun 2,19 dolar AS (6,0 persen) dari penutupan Selasa. Terakhir kali harga Brent begitu rendah adalah pada Juli 2004.

Laporan mingguan Departemen Energi AS (DoE) pada Rabu menunjukkan penurunan tajam dalam persediaan minyak mentah komersial AS, sebanyak 5,1 juta barel menjadi 482,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 1 Januari. Para ahli yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan sedikit kenaikan 500.000 barel.

"Apa yang tak terduga adalah peningkatan persediaan besar dalam bensin dan bahan bakar diesel -- penumpukan tingkat persediaan bensin adalah sebuah kejutan yang sangat besar," kata Andy Lipow dari Lipow Oil Associates.

Stok bensin melonjak 10,6 juta barel dan sulingan, termasuk minyak diesel dan bahan bakar pemanas, naik sebesar 6,3 juta barel.

"Penambahan persedian produk-produk minyak telah menyebabkan tekanan pada harga minyak mentah, karena hal itu berdampak pada margin penyulingan dan mereka (penyuling) mungkin pada akhirnya memangkas permintaan mereka untuk minyak mentah," kata Lipow.

Data DoE juga menunjukkan kenaikan dalam produksi minyak mentah AS, sebanyak 17.000 barel per hari menjadi 9,22 juta barel per hari, kenaikan minggu keempat berturut-turut, dan peningkatan dalam persediaan di pusat minyak Cushing di Oklahoma, titik pengiriman untuk WTI.

Kekhawatiran geopolitik menyelimuti pasar, dari krisis diplomatik antara Arab Saudi dan Iran, aliran data ekonomi Tiogkok yang lemah hingga pengumuman keberhasilan uji coba bom hindrogen Korea Utara.

Kejatuhan harga minyak Brent "adalah efek berantai dari kemungkinan bahwa ketegangan geopolitik antara Arab Saudi dan Iran telah mengakhiri harapan pada kesepakatan tentang produksi minyak," analis James Hughes dari GKFX mengatakan kepada AFP.

"Jika Anda kemudian menambahkan ini ke fakta bahwa kita telah memiliki berita buruk tanpa henti yang keluar dari Tiongkok ... maka efek bola salju dalam ayunan penuh."

"Peristiwa di Korea Utara hanya menambah tekanan turun lebih lanjut."


Cari berita terkait lainnya. Silahkan Klik DISINI / DISINI


Sumber: antaranews.com

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemkab Inhil Belum Masuk Daftar Implementasi 100% BBM Satu Harga Tahap IV
Polres Inhil Ungkap Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi, Satu Orang Diamankan
Mulai 1 Oktober 2024, Ini Kriteria Mobil Yang Bisa Mengisi Bahan Bakar Minyak Bersubsidi
Luhut Binsar Panjaitan Ungkap Mobil Yang Tak Boleh mengisi Minyak Bersubsidi
Ketua LSM LIDiKK :Owner Dan Manager SPBU Jelas Jelas Terbukti Dan Terlibat Dalam  Kasus Penyalagunaan Minyak Subsidi
Penyalah Gunaan Minyak Bersubsidi, Diduga Karyawan Jadi Korban Dari SPBU 'Nakal' di Inhil
komentar
beritaTerbaru