Minggu, 21 Juni 2026 WIB

Mentri Susi Luncurkan Program Pro Nelayan Kecil

- Selasa, 24 Februari 2015 17:49 WIB
940 view
Mentri Susi  Luncurkan Program Pro Nelayan Kecil
Hasil tangkapan ikan nelayan tradisional (ANTARA)
JAKARTA, PESISIRNEWS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyusun road map program pengembangan sumberdaya pro nelayan kecil tahun 2015. Dalam program pembangunan KKP, tujuan pemerintah adalah memperkuat kehadiran negara untuk kesejahteraan nelayan, budidaya ikan, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan serta petambak garam.

"Program kesejahteraan nelayan sudah ditentukan dalam road map dan siap diimplementasikan oleh KKP," ujar Susi di Gedung KKP, Selasa (24/2).

Berikut adalah target pembangunan KKP yang tertuang dalam program KKP tahun 2015 dalam rangka pemberdayaan nelayan kecil. Program yang dimaksud antara lain:

1). Pengembangan Sekaya Maritim (kampung nelayan yang mandiri, tangguh, dan maju) di seratus kampung nelayan.
2). Bantuan kapal perikanan berbagai ukuran dan alat tangkap ramah lingkungan.
3). Konversi BBM ke LPG (2.750) unit.
4). Pengembangan sistem informasi nelayan dan sentra perikanan terpadu di 30 lokasi atau daerah
5). Pemberian 30.000 sertifikat hak atas tanah nelayan
6). Penguatan kelembagaan kelompok nelayan
7). Pengembangan usaha Mina Mandiri (1.000 unit usaha)
8). Pemberian smart card BBM
9). Penyuluhan dan pendampingan usaha
10). Fasilitas akses permodalan usaha
11) pengembangan usaha kelompok pengolah dan pemasaran hasil (Poklahsar) kelautan dan perikanan 800 unit.
12). Pengintegrasian sistem informasi harga ikan di 30 sentra nelayan
13). Pengembangan sentra pengolahan non pangan (tepung ikan dan usaha pasca panen rumput laut).
14). Sertifikasi unit pengolahan UMKM
15). Pemberdayaan Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB)

Menteri KKP Susi Pudjiastuti mengatakan program-program pro nelayan kecil tahun 2015 menjadi misi pemerintah untuk menjadikan sektor perikanan dan kelautan berdaulat mengahadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Susi mengatakan, dalam pergelaran MEA, Indonesia diharapkan mampu berperan aktif layaknya aktor bukan sekedar menjadi pasar bagi negara lain. "Kita bukan hanya menjadi pasar bagi negara lain tetapi bisa berperan sebagai pemain aktif di MEA," ucap Susi.

​Dengan segala potensi dan kekayaan yang dimiliki, Susi mengaku optimis Indonesia siap hadapi MEA di tahun 2015. Selain itu, dalam rangka membangun ekonomi nasional dan persiapan menghadapi persaingan MEA, Susi ingin Indonesia harus mendapatkan benefit yang besar. "Kita tidak mau hanya sebagai tujuan pasar negara lain di MEA, ucap Susi. gresnews.com

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemkab Inhil dan BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026
Ekonomi Warga Ikut Tumbuh! Ini Langkah Kapolsek Pelangiran
Pegadaian Membangun Perekonomian Masyarakat Lewat Digitalisasi Bisnis dan Ekosistem Emas
Perkuat Hubungan Ekonomi, Perusahaan Israel Buka Cabang Pertamanya di Maroko
Iran-Rusia Perkuat Sistem Perdagangan untuk Atasi Sanksi Ekonomi Barat
Antisipasi Geopolitik dan Ekonomi Global, Pemerintah Terbitkan Perpu Cipta Kerja
komentar
beritaTerbaru