Sabtu, 27 Juni 2026 WIB

Sekelompok Massa Minta Harian Terbitan Medan Pecat Oknum Wartawan Diduga Memeras

- Rabu, 12 Oktober 2016 20:27 WIB
657 view
Sekelompok Massa Minta Harian Terbitan Medan Pecat Oknum Wartawan Diduga Memeras
pesisirnews.com
Massa membentang spanduk yang meminta pimpinan media memecat oknum wartawan, di Jalan Brigjen Katamso, Selasa siang (11/10/2016).
PESISIRNEWS.COM, MEDAN - Puluhan massa dari Masyarakat Pemerhati Media dan Komunikasi Sumut menggelar aksi unjuk rasa di kantor harian central Jalan Brigjen Katamso. Massa yang mengaku berasal dari elemen masyarakat ini mengaku gerah dengan adanya dia oknum wartawan yang memanfaatkan medianya demi kepentingan pribadi dan kelompok.

"Kami menduga adanya oknum pers (SS atau DS) yang sengaja menjadikan medianya sebagai ajang transaksional," kata orator aksi, Ahmadin Harahap di kantor Cental Media, Selasa (11/10/2016).

‌Ahmadin meminta pimpinan harian Central Media untuk memberhentikan dan menertibkan ‌oknum tersebut yang menjadikan media sebagai wahana transaksional.

‌Atas dasar itu, demi menjaga tegaknya  Menurut UU Pers No. 40 tahun 1999, pada pasal 7 ayat 2 bahwa yang dimaksud dengan Kode etik ‌jurnalistik adalah kode etik yang disepakati organisasi wartawandan ditetapkan oleh Dewan Pers makawartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama.

"Dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormati hak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut  ‌profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat," katanya.

‌Menurutnya satu tindakan yang diduga dilakukan keduanya yakni pekerjaan ULP Kabupaten ‌Simalungun yang melibatkan perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan oknum pers Central Media.

Namun massa memilih membubarkan diri saat diajak oleh Pemimpin Redaksi Central Media untuk bersilaturahmi di kantor Central.

"Diajak masuk sama pemred pak Asmadi dan redaktur Faisal Tampubolon tuk menanyakan siapa nama wartawannya mereka mengalihkan pembicaraan. Minta dipecat wartawannya. Sementara di Central, nama di pemberitaan (kode berita) huruf dan nomor," kata wartawan central yang enggan disebutkan namanya. (Red)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Batalkan Hasil Tender di KNIA Setelah Diduga 'Main Mata' dengan IAS Support, PT Duta Agung Siap Pidanakan AP Aviasi*
Mahasiswa, dan Masyarakat Gelar Aksi Solidaritas Bagi-Bagi Bunga di Tembilahan
Demo Mahasiswa di DPRD Riau Berlangsung Damai, Mahasiswa dan Polisi Bersalaman
Peringatan HBP ke 61, Lapas Klas I Medan Gelar Razia dan Aksi Bersih-bersih Tindak Kejahatan
Sistem Kelistrikan Sumatera Terganggu Picu Pemadaman Serentak, Bukti Kegagalan Subholding PLN
Mulai Terbang 1 Juni Super Air Jet Buka Rute Baru Pekanbaru-Kualanamu
komentar
beritaTerbaru