Jumat, 15 Mei 2026 WIB

Sistem Kelistrikan Sumatera Terganggu Picu Pemadaman Serentak, Bukti Kegagalan Subholding PLN

- Rabu, 05 Juni 2024 12:33 WIB
2.392 view
Sistem Kelistrikan Sumatera Terganggu Picu Pemadaman Serentak, Bukti Kegagalan Subholding PLN
(Pesisirnews.com)Medan : Terganggunya sistem kelistrikan Sumatera, memicu kepanikan warga khususnya bagi pelanggan PLN pada Selasa (4/6/2024).

Bagaimana tidak, mulai pukul 18.00 WIB sore tadi, pemadaman serentak pun terjadi. Seperti di Sumatera Utara. Pemadaman serentak tersebut paling dirasakan oleh masyarakat Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang.

Pemadaman itu pun terjadi hingga berjam-jam, hingga mengakibatkan aktivitas warga terganggu.

Baca Juga:

"Anak-anak jadi terhambat belajarnya. Padahal mereka sedang melaksanakan ujian semester," tutur Zein, masyarakat Medan Johor yang mengaku resah atas pemadaman listrik yang tak kunjung menyala hingga pukul 20.30 WIB.

Melihat situasi ini, Sekjen Forum Masyarakat Pemantau Negara (Formapera) Bambang Syahputra turut berkomentar. Secara tegas dia mengatakan bahwa pemadaman listrik akibat gangguan sistem kelistrikan Sumatera ini semakin membuktikan bahwa Keberadaan Subholding PLN tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap keandalan kelistrikan di Sumatera.

Baca Juga:

"Ini terbukiti dengan terjadinya pemadaman di beberapa daerah khususnya Sumatera Utara. Dan ironisnya, sampai hari ini tidak ada penjelasan terkait apa yang sedang terjadi," kecamnya saat dikonfirmasi di Medan, Selasa malam.

Diungkapkannya juga, bahwa apa yang terjadi ini tidak sepadan dengan pernyataan Direksi PLN yang pernah menyampaikan kalau holdingisasi akan membuat PLN lebih lincah dan expert dalam melaksanakan :
- penyebab pemadaman.
- progress pekerjaan.
- berapa lama estimasi waktu penyelesaian.

"Padahal sebelum terjadinya pengalihan pengelolaan pembangkit kepada anak perusahaan, PLN secara kolaboratif melakukan sosialisasi dan informasi. Atau dengan kata lain, jika terjadi pemadaman seperti saat ini, keresahan terjadi di masyarakat dimana kegelisahan dan minimnya informasi tidak mampu memberikan ketenangan dengan apa yang terjadi dengan kondisi padam," cetusnya

Untuk itu, pria yang akrab disapa Bembenk ini meminta Direksi PLN yang mengurusi Subholding, bertanggungjawab atas keresahan pelanggan.

"Jangan PLN hanya mampu melakukan tindakan tegas jika terjadi keterlambatan pembayaran tagihan, tapi giliran masyarakat meminta hak nya akan listrik yang andal, PLN tak peduli. Untuk itu kami menyerukan kepada pelanggan untuk meminta kompensasi dan mendesak Direksi PLN membubarkan perusahaan Subholding yang tidak ada manfaatnya. Kembalikan saja seluruh urusan pembangkit kepada PLN," pungkasnya.(***)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Batalkan Hasil Tender di KNIA Setelah Diduga 'Main Mata' dengan IAS Support, PT Duta Agung Siap Pidanakan AP Aviasi*
Viral! Gunakan Sajam Keroyok dan Aniaya Jukir di Cinere, Otak Pelaku EVP Bantuan Hukum PLN
Marak Dugaan Penyelewengan Anggaran di PLN, Modus Marathon Hingga Sewa Pembangkit*
Alumni UI Isunya Monopoli Proyek Legal PLN Sejak Dir LHC Jadi Ketua Iluni FH, Mark Up Anggaran Jumbo Mencuat
Ikuti CFD Tembilahan, Tukar Struk PLN Mobile dan Menangkan Doorprize Seru!
Sambut HUT RI ke-80 dan HUT IWO ke-13, PLN ULP Tembilahan dan IWO Inhil Gelar Aksi Sosial Pasang KWH Gratis dan Bagikan Sembako
komentar
beritaTerbaru