Kamis, 18 Juni 2026 WIB

Sahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu

- Senin, 05 Oktober 2015 06:01 WIB
1.428 view
Sahabat Abu Hurairah  radhiallahu ‘anhu
Internet
PESISIRNEWS.COM - Mengisahkan: pada suatu hari
Nabi shallallahu 'alaihi wa
sallam mendatangi kuburan,
lalu beliau mengucapkan salam: ﺎَّﻧِﺇَﻭ ،َﻦﻴِﻨِﻣْﺆُﻣ ٍﻡْﻮَﻗ َﺭﺍَﺩ ْﻢُﻜْﻴَﻠَﻋ ُﻡﺎَﻠَّﺴﻟﺍ َﻥﻮُﻘِﺣﺎَﻟ ْﻢُﻜِﺑ ُﻪﻠﻟﺍ َﺀﺎَ
Semoga keselamatan
senantiasa menyertai kalian
wahai penghuni kuburan dari
kaum mukminin, dan kami
insya Allah pasti akan
menyusul kalian". Selanjutnya beliau bersabda:
"aku sangat berharap untuk
dapat melihat saudara-
saudaraku". Mendengar ucapan ini, para
sahabat keheranan, sehingga
 mereka bertanya:
"bukankah
kami adalah saudara-
saudaramu wahai Rasulullah?"
Rasulullah menjawab : ﺍﻮُﺗْﺄَﻳ ْﻢَﻟ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ﺎَﻨُﻧﺍَﻮْﺧِﺇَﻭ ﻲِﺑﺎَﺤْﺻَﺃ ْﻢُﺘْﻧَﺃ ُﺪْﻌَﺑ "Kalian adalah sahabat-
sahabatku, sedangkan
saudara-saudaraku adalah
 ummatku yang akan datang
kelak".
Kembali para sahabat
bertanya:"wahaiRasulullah,
bagaimana engkau dapat
mengenali ummatmu yang
sampai saat ini belum
 terlahir?". Beliau menjawab: ٌﺔَﻠَّﺠَﺤُﻣ ٌّﺮُﻏ ٌﻞْﻴَﺧ ُﻪَﻟ ﺎًﻠُﺟَﺭ َّﻥَﺃ ْﻮَﻟ َﺖْﻳَﺃَﺭَﺃ ُﻑِﺮْﻌَﻳ ﺎَﻟَﺃ ٍﻢْﻬُﺑ ٍﻢْﻫُﺩ ٍﻞْﻴَﺧ ْﻱَﺮْﻬَﻇ َﻦْﻴَﺑ ُﻪَﻠْﻴَﺧ "Menurut pendapat kalian,
andai ada orang yang memiliki
 kuda yang di dahi dan ujung-
ujung kakinya berwarna putih
 dan kuda itu berada di tengah-
tengah kuda-kuda lainnya yang berwarna hitam legam,
tidakkah orang itu dapat
mengenali kudanya?"Para sahabat menjawab:
"tentu saja orang itu dengan
mudah mengenali kudanya"

Maka Rasulullah menimpali
jawaban mereka dengan
 bersabda: َﻦِﻣ َﻦﻴِﻠَّﺠَﺤُﻣ ﺍًّﺮُﻏ َﻥﻮُﺗْﺄَﻳ ْﻢُﻬَّﻧِﺈَﻓ ِﺽْﻮَﺤْﻟﺍ ﻰَﻠَﻋ ْﻢُﻬُﻃَﺮَﻓ ﺎَﻧَﺃَﻭ ،ِﺀﻮُﺿُﻮْﻟﺍ ُﺩﺍَﺬُﻳ ﺎَﻤَﻛ ﻲِﺿْﻮَﺣ ْﻦَﻋ ٌﻝﺎَﺟِﺭ َّﻥَﺩﺍَﺬُﻴَﻟ ﺎَﻟَﺃ ُّﻝﺎَّﻀﻟﺍ ُﺮﻴِﻌَﺒْﻟﺍ "Sejatinya ummatku pada hari
qiyamat akan datang dalam
kondisi wajah dan ujung-ujung
 tangan dan kakinya bersinar
pertanda mereka berwudlu
semasa hidupnya di dunia". Aku akan menanti ummatku di
pinggir telagaku di alam mahsyar.
Dan ketahuilah
 bahwa akan ada dari
 ummatku yang diusir oleh
Malaikat, sebagaimana seekor
onta yang tersesat dari
pemiliknya dan mendatangi tempat minum milik orang
lain, sehingga ia pun diusir.

Melihat sebagian orang yang
 memiliki tanda-tanda pernah
berwudlu, maka aku
 memanggil mereka:
"kemarilah". Namun para
Malaikat yang mengusir
mereka berkata: َﻙَﺪْﻌَﺑ ﺍﻮُﻟَّﺪَﺑ ْﺪَﻗ ْﻢُﻬَّﻧِﺇ :ُﻝﺎَﻘُﻴَﻓ "sejatinya mereka
 sepeninggalmu telah merubah-
rubah ajaranmu"
Mendapat penjelasan semacam
ini, maka aku (Rasulullah)
berkata : ﻱِﺪْﻌَﺑ َﻝَّﺪَﺑ ْﻦَﻤِﻟ ﺎًﻘْﺤُﺳ ﺎًﻘْﺤُﺳ "menjauhlah, menjauhlah
wahai orang-orang yang
 sepeninggalku merubah-rubah
ajaranku" (diriwayatkan oleh
 Al Bukhari dan Muslim). Anda tidak ingin bernasib
 seperti mereka? Tentu
 jawabannya: tidak. Karena itu, mari kita menjaga
kemurnian ajaran beliau dan
 mengamalkannya dengan
 seutuhnya tanpa ditambah
a tau dikurangi. Ya Allah
 jadikanlah kami orang-orang yang mendapat syafaat Nabi
 Muhammad shallallahu alaihi
wa sallam pada hari kiyamat
kelak. (rio)

Oleh: Abu HANIFAH

Dari berbagai sumber

SHARE:
Tags
beritaTerkait
'Teman Makan Teman': Istri Sahabat Sendiri Disetubuhi Paksa, Korban Diancam Pakai Badik
Mengenal Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq Rodhyiallohu ‘anhu
komentar
beritaTerbaru