Pesisirnews.com - Induk Facebook Meta Platforms Inc (FB.O) mengatakan pada hari Senin (24/1) bahwa tim penelitinya telah membangun superkomputer kecerdasan buatan baru yang menurutnya akan menjadi yang tercepat di dunia ketika selesai pada pertengahan 2022.
Meta mengatakan dalam sebuah posting blog bahwa AI Research SuperCluster (RSC) barunya akan membantu perusahaan membangun model AI yang lebih baik yang dapat belajar dari triliunan contoh, bekerja di ratusan bahasa, dan menganalisis teks, gambar, dan video bersama-sama untuk menentukan apakah sebuah konten berbahaya.
"Penelitian ini tidak hanya akan membantu menjaga orang tetap aman di layanan kami hari ini, tetapi juga di masa depan, saat kami membangun untuk metaverse," kata perusahaan itu dikutip dari Reuters, Rabu (26/1).
Baca Juga:
Perusahaan media sosial ini mengubah namanya pada bulan Oktober menjadi Meta untuk mencerminkan fokusnya pada metaverse, yang dianggap akan menjadi penerus internet seluler.
Metaverse, istilah luas yang telah menghasilkan banyak buzz Lembah Silikon dalam beberapa bulan terakhir, mengacu pada gagasan lingkungan virtual bersama yang dapat diakses orang melalui perangkat yang berbeda dan tempat mereka dapat bekerja, bermain, dan bersosialisasi.
Baca Juga:
[br]
"Pengalaman yang kami bangun untuk metaverse membutuhkan daya komputasi yang sangat besar (triliun operasi/detik!) dan RSC akan memungkinkan model AI baru yang dapat belajar dari triliunan contoh, memahami ratusan bahasa, dan banyak lagi," kata Chief Executive Officer Meta Mark Zuckerberg.
Meta mengatakan pihaknya yakin RSC saat ini merupakan salah satu superkomputer AI tercepat yang berjalan.
Seorang juru bicara Meta mengatakan perusahaan telah bermitra dengan tim dari Nvidia Corp (NVDA.O), Pure Storage Inc (PSTG.N) dan Penguin Computing Inc untuk membangun superkomputer. (PNC)